AS Naikkan Status Peringatan Perjalanan ke Ceuta akibat Krisis Migran

Amerika Serikat menaikkan travel advisory untuk Ceuta ke Level 3 akibat krisis migrasi di wilayah kantong milik Spanyol tersebut. (Anadolu Agency)

AS Naikkan Status Peringatan Perjalanan ke Ceuta akibat Krisis Migran

Willy Haryono • 2 August 2026 19:51

Washington: Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menaikkan tingkat peringatan perjalanan (travel advisory) untuk Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, menjadi Level 3 (Reconsider Travel) menyusul krisis migrasi yang memicu situasi keamanan tidak menentu di kawasan tersebut.

Dalam pembaruan peringatan perjalanan yang dirilis pada Sabtu kemarin, Departemen Luar Negeri AS menyatakan gelombang kedatangan migran dari Maroko ke Ceuta secara besar-besaran berpotensi menciptakan kondisi keamanan yang tidak dapat diprediksi.

"Masuknya migran dari Maroko ke Ceuta dalam jumlah besar dan tidak terkendali dapat menyebabkan situasi keamanan yang tidak terduga dan berbahaya," ujar pernyataan Departemen Luar Negeri AS yang dilansir Anadolu Agency, Minggu, 2 Agustus 2026.

Pemerintah AS juga mengingatkan bahwa otoritas Spanyol telah mengerahkan militer, Kepolisian Nasional, dan Guardia Civil untuk menangani situasi tersebut. Warga negara Amerika diminta mempertimbangkan kembali perjalanan ke Ceuta karena adanya risiko terhadap keselamatan dan keamanan.

Ceuta merupakan wilayah otonom Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara dengan jumlah penduduk sekitar 83.000 jiwa. Wilayah tersebut dipisahkan dari daratan utama Spanyol oleh Selat Gibraltar dan menjadi salah satu dari dua perbatasan darat Uni Eropa dengan Afrika.

Meski menaikkan status peringatan untuk Ceuta, Departemen Luar Negeri AS mempertahankan Level 2 (Exercise Increased Caution) untuk wilayah Spanyol secara keseluruhan, yang berarti wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan selama berada di negara tersebut.

Dalam peringatan itu, pemerintah AS juga menyebut bahwa kelompok teroris masih berpotensi merencanakan serangan di Spanyol. Sasaran yang berisiko meliputi kawasan wisata, pusat transportasi, pasar, pusat perbelanjaan, hotel, restoran, tempat ibadah, institusi pendidikan, taman, hingga acara olahraga dan budaya berskala besar.

Selain ancaman terorisme, Departemen Luar Negeri AS menyebut demonstrasi publik kerap terjadi di Spanyol sebagai respons terhadap isu politik maupun ekonomi, termasuk pada hari-hari besar politik atau saat berlangsungnya agenda internasional.

Bagi warga AS yang tetap melakukan perjalanan ke Spanyol, pemerintah menyarankan untuk menghindari demonstrasi dan kerumunan massa, selalu waspada terhadap situasi sekitar, mengikuti arahan otoritas setempat, memantau perkembangan melalui media lokal, serta bersiap menyesuaikan rencana perjalanan apabila kondisi berubah.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Spanyol memperkirakan lebih dari 50.000 migran memasuki Ceuta secara tidak teratur pada Kamis, 30 Juli. Hingga akhir pekan, sebagian besar dari mereka telah dipulangkan ke Maroko.

Krisis migrasi di Ceuta dijadwalkan menjadi salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan para menteri kehakiman dan dalam negeri Uni Eropa yang akan digelar pada Selasa mendatang.

Baca juga:  Spanyol Pasang Penghalang Apung usai Krisis Migran Ceuta Tewaskan 67 Orang

(Willy Haryono)