Wamenkes Soroti Cakupan Imunisasi Campak di Lampung Belum Merata

Ilustrasi campak. Foto: Shutterstock.

Wamenkes Soroti Cakupan Imunisasi Campak di Lampung Belum Merata

Silvana Febiari • 14 April 2026 14:37

Bandar Lampung: Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyoroti kasus campak di Provinsi Lampung. Khususnya terkait cakupan imunisasi yang belum merata.

"Selain kasus Tuberkulosis (TBC), kami juga menyoroti kasus campak di Lampung, khususnya terkait cakupan imunisasi yang belum merata," kata Wamenkes Benjamin, dilansir dari Antara, Selasa, 14 April 2026. 

Menurutnya, pemerataan imunisasi memang menjadi tantangan bagi pemerintah dalam upaya pencegahan penyakit campak. Terlebih memang masih terdapat penolakan dari sejumlah masyarakat terkait imunisasi.
 


"Tentunya hal ini disebabkan oleh informasi yang tidak benar atau hoaks, tentang imunisasi," ungkap dia.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan campak.

"Jadi nanti kami harap MUI dapat memberikan pemahaman bahwa imunisasi aman dan penting bagi kesehatan anak," papar dia.


Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus berbincang dengan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan juga Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana di Puskesmas Way Halim 2. Bandarlampung, Selasa, 14 April 2026. ANTARA/Dian Hadiyatna


Sementara itu Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan penyakit menular di Provinsi Lampung.

"Pemerintah Provinsi Lampung akan memperkuat langkah strategis, mulai dari peningkatan surveilans penyakit, perluasan cakupan imunisasi, penguatan edukasi masyarakat, hingga kerja sama lintas sektor dan dukungan anggaran kesehatan," ujar dia.

Berdasarkan data dari 31 puskesmas di Kota Bandar Lampung, hingga Maret terdapat sekitar 51 kasus suspek campak pada balita. Sementara laporan dari sejumlah rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, mencatat total hingga 169 kasus suspek, meski belum semuanya dipastikan berasal dari warga Bandar Lampung.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)