Buku Suryapalohisme Rilis, Surya Paloh: Semangat Restorasi Terus Diperjuangkan

Buku tentang gagasan, nilai, dan perjalanan panjang pengabdian Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berjudul "Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme" diluncurkan di Medan, Sumatra Utara, pada 24 Juli 2026. Metro TV/ Glory Natha.

Buku Suryapalohisme Rilis, Surya Paloh: Semangat Restorasi Terus Diperjuangkan

Metro TV • 25 July 2026 00:27

Medan: Sebuah buku tentang gagasan, nilai, dan perjalanan panjang pengabdian Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh resmi diluncurkan di Medan, Sumatra Utara, Jumat malam, 24 Juli 2026. Buku berjudul "Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme" ini tidak hanya hadir sebagai biografi, melainkan sebuah dokumentasi pemikiran yang diharapkan menjadi warisan intelektual generasi penerus bangsa.

Ketua DPW Partai NasDem Sumatra Utara, Iskandar ST, meluncurkan buku tersebut sebagai hadiah ulang tahun ke-75 kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

“Selama lima belas tahun saya menjadi kader, murid, sahabat perjuangan sekaligus anak ideologis Pak Surya Paloh. Saya melihat, mendengar, dan merasakan konsistensi pikiran, ucapan, dan perbuatan beliau. Dari pengalaman empiris itulah buku ini lahir," ungkap Iskandar di Medan.

Iskandar menyebut, buku ini bukan sekadar hadiah ulang tahun, melainkan hadiah untuk seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya perjalanan hidup Surya Paloh selama 75 tahun, dengan lebih dari 60 tahun berkiprah di dunia organisasi, pers, usaha, dan politik, menyimpan banyak pelajaran tentang pengabdian kepada bangsa.


Buku tentang gagasan, nilai, dan perjalanan panjang pengabdian Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berjudul "Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme" diluncurkan di Medan, Sumatra Utara, pada 24 Juli 2026. Metro TV/ Glory Natha.

Meski telah meraih berbagai pencapaian dalam kehidupan dan bersahabat dengan tujuh dari delapan Presiden Indonesia, Surya Paloh masih menyimpan kegelisahan besar terhadap masa depan negeri ini. Dari kegelisahan itulah, Iskandar merumuskan apa yang disebutnya sebagai Suryapalohisme. Bukan sebuah ideologi baru, apalagi pengganti ideologi negara, melainkan kerangka nilai yang bertumpu pada empat pilar yakni restorasi nilai, nasionalisme inklusif, integritas moral, dan idealisme adaptif. Keempat pilar tersebut menjadi dasar pemikiran Surya Paloh bagi gerakan perubahan, yang selalu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Di hadapan para undangan, Surya Paloh mengaku terharu menerima buku yang dipersembahkan untuknya. Dengan nada emosional, ia menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam.

"Saya merasa tersanjung dan sedikit emosional, mungkin karena usia saya yang sudah 75 tahun. Saya jadi lebih cepat tersentuh," ujar Surya Paloh.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berjudul saat peluncuran buku "Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme" di Medan, Sumatra Utara, pada 24 Juli 2026. Metro TV/ Glory Natha.

Surya Paloh juga mengenang masa kecilnya di Sumatra Utara. Meski lahir di Kutaraja Banda Aceh, ia mengatakan Medan adalah tempat membentuk karakter dan jati dirinya. "Saya anak Medan. Spirit inilah yang saya bawa ketika merantau ke Jakarta. Insyaallah, saya tidak memalukan anak Medan," ungkap Surya Paloh. Surya Paloh menuturkan, sejak usia 14 tahun memilih hidup mandiri dan menolak bergantung pada orang tua. Di situlah Surya Paloh kecil mulai mengenal dunia usaha, berpartisipasi dalam organisasi sosial, hingga politik. Surya Paloh mengaku, hingga saat ini ia tetap memiliki satu tujuan yang tidak pernah berubah, yakni bermanfaat bagi bangsa.

“Kita memiliki negeri yang luar biasa kaya. Yang kita perlukan bukan hanya mengejar pertumbuhan, tetapi membangun karakter, integritas, dan perubahan mentalitas. Itulah semangat restorasi yang terus kita perjuangkan,” tegas Surya Paloh.

Peluncuran buku berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan tamu undangan dari berbagai latar belakang. Hadir pula Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Sekjen DPP Partai NasDem Hermawi Taslim, jajaran anggota DPR RI Fraksi NasDem, para Ketua DPW Partai NasDem dari seluruh Indonesia, Ketua DPRD dan Ketua DPD Partai NasDem kabupaten/kota se-Sumatra Utara, jajaran kepala daerah, anggota DPRD Fraksi NasDem, sultan dan raja adat se-Sumatra Utara, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, rektor dan sivitas akademika, serta para konsul jenderal dari Jepang, Amerika Serikat, India, Singapura, dan Turki. (Metro TV/Glory Natha)

(Lukman Diah Sari)