Kondisi debu di ruas jalan Kampung Tegal Danas, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu, 29 Juli 2026. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
DLH Kabupaten Bekasi Selidiki Keluhan Warga Terkait Darurat Debu
Silvana Febiari • 29 July 2026 17:43
Kabupaten Bekasi: Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merespons keluhan warga Kampung Tegal Danas, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat berkaitan status darurat debu. Keluhan itu diduga akibat maraknya aktivitas lalu lintas truk perusahaan yang memproduksi beton (batching plant).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait menegaskan pihaknya langsung bergerak ke lokasi untuk menyelidiki keluhan terkait keberadaan debu tebal yang mengganggu mobilitas hingga kesehatan masyarakat di Tegal Danas, Desa Hegarmukti.
"Saat ini tim dari penegakan hukum sedang mengecek lokasi yang dikeluhkan masyarakat. Hasilnya akan kita tindak lanjuti kemudian," kata Syafri, dilansir dari Antara, Rabu, 29 Juli 2026.
Baca Juga :
Inspeksi tersebut juga dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap sejumlah perusahaan yang diduga menjadi sumber debu dalam jumlah besar. Kondisi itu memicu keresahan warga hingga mereka memasang spanduk bertuliskan “Tegal Danas Darurat Debu”.
"Kami juga mendatangi fasilitas-fasilitas batching plant di sekitar wilayah tersebut untuk memeriksa kelengkapan dokumen dari perusahaan-perusahaan tersebut," ujarnya.
Dia telah menginstruksikan UPTD Kebersihan Wilayah V untuk menyiagakan satu unit mobil tangki air yang bertugas membersihkan debu. "Petugas pesapon (penyapu jalan) juga terus melakukan pembersihan debu dan sampah setiap pagi," ucapnya.
Menurut pengakuan warga setempat, Yohana (39) masyarakat memasang spanduk bertuliskan 'Tegal Danas Darurat Debu Imbas Tumpahan Cor-coran' di sejumlah titik terdampak debu lantaran belum ada solusi permanen dari otoritas wilayah setempat.
Dia menduga debu tersebut berasal dari material beton yang tercecer akibat aktivitas truk molen milik sejumlah batching plant di sekitar area terdampak. Truk-truk tersebut memasok kebutuhan beton siap pakai ke kawasan industri terdekat.
"Informasi yang beredar, mereka memasok beton ke kawasan industri. Bahkan katanya beberapa batching plant itu milik perusahaan asing. Kenapa bangun fasilitas di kampung padat penduduk kalau mengirim ke kawasan, jadinya kan wilayah kami yang kena dampak," jelasnya.

Warga Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi memasang spanduk bertuliskan 'Tegal Danas Darurat Debu' di tepi jalan menuju Kawasan Industri GIIC Deltamas dan kompleks perkantoran Pemkab Bekasi sebagai bentuk protes, Rabu, 29 Juli 2026. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Warga meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi segera mengambil tindakan untuk menghentikan aktivitas produksi yang turut menghasilkan debu bagi masyarakat. Sebab, dampak mobilitas ini mengganggu kesehatan maupun ekosistem lingkungan hidup.
Warga lain Tarman (48) mengaku sumber persoalan berasal dari material beton cair yang kerap tercecer dari tabung truk molen. Setelah mengering, campuran semen dan batu split itu hancur terlindas kendaraan bertonase besar hingga berubah menjadi debu halus yang beterbangan ke permukiman.
"Keberadaan sejumlah batching plant turut memperbesar potensi gangguan debu dan risiko kecelakaan di kawasan tersebut. Di perempatan Tegal Danas juga banyak yang jatuh. Biasanya karena terpeleset atau saat ingin menghindari ceceran beton," ungkapnya.