Jangan Salah Diagnosis, Ini Gejala Utama Penyakit Kawasaki Menurut Ahli

Ilustrasi. Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/am.

Jangan Salah Diagnosis, Ini Gejala Utama Penyakit Kawasaki Menurut Ahli

Fachri Audhia Hafiez • 11 February 2026 08:47

Jakarta: Penyakit Kawasaki pada anak sering kali sulit dikenali sejak dini karena memiliki kemiripan gejala dengan berbagai penyakit infeksi lainnya. Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Najib Advani, Sp.A(K), menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap demam tinggi yang menetap serta tanda-tanda klinis spesifik pada area mata, mulut, dan kulit anak.

"Gejala utamanya demam menetap. Lalu mata merah tanpa kotoran (belek), bibir merah dan pecah, lidah tampak seperti stroberi, ruam di kulit, serta telapak tangan dan kaki tampak merah dan bengkak,” kata Najib dalam seminar daring di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 10 Februari 2026.
 


Najib menjelaskan bahwa diagnosis sering terlewat karena gejala penyakit ini muncul secara bertahap, tidak selalu bersamaan. Kondisi ini membuat Kawasaki kerap disalahartikan sebagai campak, infeksi virus biasa, bahkan radang usus buntu. Padahal, jika diagnosis terlambat, risiko komplikasi serius pada jantung anak akan meningkat drastis.

"Gejalanya bisa muncul bertahap, tidak selalu sekaligus. Hari ini demam, besok muncul ruam, lalu mata merah. Karena itu perlu pemantauan,” ujar Najib.


Penyakit Kawasaki pada anak. Foto: ANTARA/Farika Nur Khotimah.

Salah satu petunjuk unik yang sering terlewatkan oleh orang tua maupun tenaga medis adalah perubahan pada bekas suntikan vaksin BCG. Menurut Najib, bekas luka tersebut biasanya akan tampak kembali memerah dan meradang saat fase akut Kawasaki menyerang, yang menjadi indikator penting dalam proses diagnosis.

"Bekas BCG bisa menjadi merah dan aktif lagi. Itu petunjuk penting yang bisa dilihat langsung tanpa pemeriksaan rumit," tegas Najib.

Pada fase pemulihan, biasanya akan muncul kulit mengelupas di ujung jari serta garis melintang pada kuku. Najib mengimbau agar anak dengan demam tinggi disertai mata merah tanpa kotoran segera mendapatkan pemeriksaan jantung lanjutan guna memastikan tidak adanya kerusakan pada pembuluh darah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)