AS Ingin Tingkatkan Kemampuan Militer Israel Lewat Pengiriman Amunisi

Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon. (AP/Patrick Semansky, File)

AS Ingin Tingkatkan Kemampuan Militer Israel Lewat Pengiriman Amunisi

Marcheilla Ariesta • 10 October 2023 12:43

Washington: Pengiriman amunisi dan peralatan militer Amerika Serikat (AS) untuk Israel mulai dilakukan hari Selasa ini, 10 Oktober 2023. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan militer Israel dalam memerangi kelompok pejuang Palestina Hamas.

Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon kini tengah meninjau persediaan untuk melihat apa yang dapat dikirim dengan cepat ke Israel.

Pasokan senjata dari AS ke Israel ini terjadi ketika Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa 11 warga Negeri Paman Sam tewas dalam perang antara militer Israel dan Hamas.

Kongres AS harus segera memberikan lebih banyak dana agar Washington dapat memberikan senjata dan amunisi yang mereka butuhkan kepada Israel dan Ukraina, kata Menteri Angkatan Darat AS Christine Wormuth. 

"Tujuannya adalah untuk mendukung Israel," kata dia, dilansir dari Fox News, Selasa, 10 Oktober 2023. 

"Tetapi khususnya dengan amunisi dan kemampuan untuk mendukung Israel dan Ukraina secara bersamaan, pendanaan tambahan diperlukan untuk meningkatkan kapasitas kita dalam memperluas produksi dan kemudian juga membiayai amunisi itu sendiri," lanjut Wormouth.

Berbicara dalam konferensi tahunan Asosiasi Angkatan Darat Amerika Serikat di Washington, Wormouth mengatakan pemerintah masih "dalam tahap awal proses mengevaluasi kemampuan untuk mendukung apa yang dibutuhkan IDF,” merujuk pada akronim dari Pasukan Pertahanan Israel. 

Baca juga:  Biden Sebut 11 Warga AS Terbunuh dalam Serangan Hamas di Israel

Israel dan Hamas Saling Serang

Penambahan senjata untuk Israel dilakukan AS menjelang kemungkinan serangan darat militer Tel Aviv ke Jalur Gaza menyusul serangan mendadak oleh Hamas pada Sabtu pekan kemarin.

Dalam sebuah pernyataan, Biden mengatakan bahwa kemungkinan besar warga AS termasuk di antara mereka yang sedang disandera Hamas, walau para pejabat di Negeri Paman Sam berupaya untuk mengonfirmasi hal tersebut.

"Saya telah mengarahkan tim untuk bekerja dengan rekan-rekan Israel dalam setiap aspek krisis penyanderaan, termasuk berbagi informasi intelijen dan mengerahkan para ahli dari seluruh pemerintahan AS untuk berkonsultasi dan memberi saran kepada rekan-rekan Israel mengenai upaya pembebasan sandera," sebut Biden. 

Aksi saling serang antara Israel dan Hamas sejauh ini telah menyebabkan lebih dari 1.600 orang tewas di kedua belah pihak. 

Selain Hamas, pasukan Israel harus menghadapi front kedua di utara dari kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon. Ada kekhawatiran Hizbullah dan kelompok lain yang didukung Iran akan membuat keputusan yang salah dengan mencoba memperluas perang. 

Pada hari Minggu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan, dirinya telah memerintahkan kelompok penyerang di bawah pimpinan kapal induk USS Gerald R. Ford untuk berlayar ke Mediterania Timur untuk membantu Israel.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Willy Haryono)