Ajudan Presiden Prabowo Subianto. Foto: Istimewa.
Siti Yona Hukmana • 23 October 2024 16:36
Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti penunjukkan Kombes Ahrie Sonta sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto. Pemilihan perwira menengah Polri itu sebagai ajudan Prabowo dinilai sudah tepat.
"Kombes Pol Ahrie Sonta sigap, profesional, dan loyal. Hal tersebut merupakan modal dasar yang kuat bagi beliau untuk menjadi ajudan Presiden," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dikonfirmasi, Rabu, 23 Oktober 2024.
Selain itu, Ahrie disebut memiliki rekam jejak yang cemerlang. Mantan Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu juga dipandang cerdas.
"Merupakan Doktor Ilmu Kepolisian dengan disertasi Reformasi Kultural Polri, yang merupakan topik penting bagi Polri," ujar Poengky.
Poengky menyebut Kombes Ahrie Sonta juga merupakan salah satu putra terbaik Polri. Dia mengucapkan selamat bertugas dan sukses selalu untuk Ahrie Sonta.
"Semoga senantiasa amanah. Kami berharap Kombes Pol. Ahrie Sonta makin presisi dan dapat menjadi ajudan yang terbaik bagi Presiden. Kami harapkan juga makin cemerlang di masa mendatang untuk menjadi pemimpin masa depan Polri," ungkap Poengky.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Kombes Ahrie Sonta resmi menjadi ajudan
Prabowo. Posisi Ahrie disebut tinggal diaktifkan. Kemungkinan, kata Listyo, Ahrie masih menjalani masa orientasi.
"Beliau saat itu test dengan enam peserta dari Polri dan terpilih beliau," kata Listyo saat dikonfirmasi, Rabu, 23 Oktober 2024.
Selain Ahrie Sonta, ada tiga anggota TNI yang juga menjadi ajudan
Prabowo. Mereka ialah Kolonel Pnb Dr Anton Pallaguna dari TNI Angkatan Udara, Kolonel Wahyo Yuniartoto dari TNI Angkatan Darat, dan Letkol (P) Romi Habe Putra dari TNI Angkatan Laut.
Profil Ahrie Sonta
Kombes Ahrie Sonta merupakan alumni Akpol 2002. Dia orang pertama di angkatannya yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dari melati dua menjadi melati tiga di pundaknya. Yakni dari Ajun Komisaris Polisi Besar (AKBP) menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes).
Ahrie Sonta pernah menjadi bagian Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Operasi Nemangkawi di Papua. Mantan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok itu juga terlibat penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia terkait transmisi hak tagih (Cessie) Bank Bali yang dipimpin Kabareskrim saat itu Komjen Listyo Sigit Prabowo.
Ahrie juga pernah mengungkap beberapa kasus narkotika dalam jumlah besar ketika menjabat Kepala Unit II Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Kombes Ahrie juga tercatat sebagai insan Bhayangkara yang berprestasi baik di bidang akademis maupun kedinasan.Pria kelahiran 2 April 1981 itu meraih gelar Doktor Ilmu Kepolisian Tahun 2018.
Pria jebolan Akpol 2002 ini juga mengeyam pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Tahun 2008, Dikjur Pamen SDM Polri Tahun 2015, dan Sespimen Polri Tahun 2018. Bahkan, dia juga pernah mengenyam pendidikan kejuruan di luar negeri.
Seperti Akademi Politik Apeldoorn (Belanda) Tahun 2007, Analisis Adegan Kejahatan Strategis Tahun 2007, Analisis Tempat Kejahatan Dengan Perbandingan Visual Munster Jerman Tahun 2007, Universitas Operasi Khusus Gabungan, Amerika Serikat Tahun 2015-2016, dan RSIS, NTU, Singapura Tahun 2017.