Sekjen PBB Antonio Guterres saat berbicara di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026. (Kemlu RI)
Guterres Peringatkan Risiko Pembersihan Etnis di Wilayah Palestina yang Diduduki
Muhammad Reyhansyah • 19 October 2026 19:55
Jakarta: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres memperingatkan risiko pembersihan etnis di Wilayah Palestina yang diduduki, seraya mendesak agar rencana perdamaian Gaza dilaksanakan sepenuhnya dan Solusi Dua Negara tetap menjadi bagian dari upaya penyelesaian konflik.
“Dan kini bayang-bayang pembersihan etnis menghantui Wilayah Palestina yang Diduduki,” ujar Guterres dalam acara Foreign Policy Circle Talks bertajuk “Eight Decades of the United Nations: What's Next?” di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.
Guterres mengatakan jumlah konflik terus meningkat, penderitaan manusia semakin dalam, dan hukum internasional kian diabaikan. Ia menyebut dampak konflik terlihat di berbagai kawasan, mulai dari Timur Tengah, Ukraina, Sudan, Myanmar, hingga Gaza.
Ia menegaskan bahwa kecamannya terhadap serangan Hamas tidak membenarkan penderitaan yang dialami rakyat Palestina di Gaza.
“Tidak ada yang dapat membenarkan tindakan keji tersebut. Namun, tidak ada pula yang dapat membenarkan apa yang kemudian menimpa rakyat Palestina di Gaza,” katanya.
Guterres mengatakan skala dan intensitas pembunuhan serta tingkat kehancuran di Gaza, wilayah yang padat dan sempit, merupakan sesuatu yang belum pernah ia saksikan selama bertahun-tahun menjabat sebagai Sekjen PBB.
Ia menegaskan rencana perdamaian Gaza harus dilaksanakan sepenuhnya dan solusi dua negara tidak boleh dibiarkan menghilang dari upaya perdamaian.
Menurut Guterres, konflik merupakan ujian bagi sistem multilateral dalam menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional. Ia menilai dukungan negara-negara, termasuk Indonesia, diperlukan untuk memperkuat sistem tersebut.
“Dengan dukungan negara-negara seperti Indonesia, kita dapat terus bekerja memperkuat sistem multilateral agar kekuatan hukum mengalahkan hukum kekuatan,” pungkasnya.
Baca juga: Sekjen PBB Paparkan Empat Prioritas untuk Perkuat Kerja Sama Multilateral