Wall Street Bangkit Didorong Saham Sektor Kesehatan

Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua

Wall Street Bangkit Didorong Saham Sektor Kesehatan

Eko Nordiansyah • 21 October 2026 07:57

New York: Wall Street pada Selasa, 21 Oktober 2026, berhasil bangkit dari pembukaan yang negatif dan berakhir dengan kenaikan di sebagian besar indeks. Kelemahan pada saham teknologi tertutupi oleh kenaikan harga saham sejumlah perusahaan besar pasca-rilis laporan laba, lonjakan di sektor kesehatan yang bersifat defensif, serta pergerakan harga minyak yang fluktuatif.

Sementara itu, laporan kuartalan dari pelopor layanan streaming Netflix dan perusahaan roket SpaceX akan menjadi sorotan setelah penutupan perdagangan.

Dikutip dari Investing, Rabu, 21 Oktober 2026, indeks acuan S&P 500 naik 0,3 persen dan ditutup pada level 7.712,52 poin, sementara indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi berakhir sedikit di bawah garis datar pada level 26.424,82 poin.

Sebelumnya, kedua indeks tersebut sempat mencatat penurunan masing-masing sebesar 0,3 persen dan satu persen. Indeks unggulan Dow Jones Industrial Average naik satu persen dan ditutup pada level 52.497,42 poin.

Tren saham AI melemah setelah sempat bangkit

Saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) anjlok pekan lalu akibat kombinasi berbagai faktor. Produsen cip memori terpukul oleh laporan mengenai kemajuan yang dicapai oleh perusahaan Tiongkok, ChangXin Memory Technologies.

Perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur cloud untuk AI (neocloud) mengalami penurunan di tengah kekhawatiran mengenai tumpukan utang yang besar; saham sektor cip mencatatkan periode penurunan terpanjang sejak Oktober 2008, serta muncul kabar mengenai melambatnya pertumbuhan pendapatan di Anthropic, salah satu perusahaan terdepan dalam pengembangan AI.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Penurunan pada sektor AI menyebabkan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan kinerja mingguan terburuk sejak akhir Juni. Namun, sentimen pasar kembali pulih pada hari Senin, yang mendorong indeks Nasdaq naik lebih dari satu persen.

Akan tetapi, sentimen terhadap sektor AI kembali memburuk pagi ini, yang menyeret turun indeks Kospi di Korea Selatan dan Nikkei di Jepang. Salah satu penyebabnya adalah debut pasar yang sangat buruk dari penyedia infrastruktur AI asal Korea Selatan, Elice.

Selain itu, Adam Crisafulli dari Vital Knowledge berpendapat gejolak terkini di sektor kecerdasan buatan (AI) berkaitan dengan laporan Reuters yang menyebutkan OpenAI sedang mempercepat rencana penggalangan dananya.

Langkah ini diambil untuk menghimpun lebih banyak kas sebelum kemungkinan penawaran umum perdana (IPO) dari pesaingnya, Anthropic, serta sebagai antisipasi jika pasar IPO menjadi kurang kondusif dalam beberapa bulan mendatang.

Pergerakan saham dipengaruhi laporan laba

Di luar sektor AI, para pelaku pasar memusatkan perhatian pada jadwal rilis laporan laba Selasa.

Saham Equifax naik lebih dari 11 persen dan mencatatkan kenaikan persentase tertinggi di indeks S&P 500. Perusahaan raksasa di bidang data kredit dan analitik ini mencatatkan laba kuartalan yang disesuaikan melampaui estimasi, dengan laba bersih melonjak 32 persen secara tahunan (yoy).

Hal ini menunjukkan ketangguhan model bisnisnya yang terdiversifikasi, bahkan di tengah pelemahan tajam pasar hipotek AS pada periode pelaporan tersebut.

Saham Hasbro melonjak lebih dari 11 persen, menjadikannya salah satu saham dengan kenaikan persentase tertinggi di indeks S&P. Perusahaan mainan ini mencatatkan laba kuartalan yang disesuaikan jauh melampaui ekspektasi, didorong oleh salah satu waralaba unggulannya, Magic: The Gathering, yang untuk pertama kalinya mencatatkan pendapatan kuartalan lebih dari USD600 juta.

Manajemen Hasbro juga menggandakan target pembelian kembali saham (share repurchase) untuk setahun penuh menjadi setidaknya USD200 juta. Direktur Keuangan Gina Goetter menyebut langkah perluasan pembelian kembali saham ini sebagai bentuk keyakinan terhadap arah bisnis perusahaan.

Saham 3M naik hampir enam persen, menjadikannya saham dengan kenaikan persentase tertinggi di indeks Dow yang terdiri dari perusahaan-perusahaan unggulan (blue-chip). Perusahaan induk dari berbagai merek seperti Post-it dan Scotch-Brite ini menaikkan proyeksi laba yang disesuaikan untuk setahun penuh.

Namun, hasil kinerja tersebut dibayangi oleh pengumuman konglomerat industri ini mengenai perluasan hubungan komersial strategis dengan salah satu anak perusahaan Amazon. 3M menerbitkan waran yang memberikan hak kepada Amazon untuk membeli hingga 3,16 juta saham biasa 3M dengan harga USD164,89 per saham dalam jangka waktu tujuh tahun.

Sebaliknya, saham General Motors turun 6,8 persen, menjadikannya saham dengan penurunan persentase terbesar di indeks S&P 500. Produsen otomotif yang termasuk dalam kelompok "Detroit Three" ini mengeluarkan proyeksi laba yang disesuaikan dengan angka yang mengecewakan.

Setelah penutupan perdagangan, perhatian pasar akan tertuju pada hasil kinerja SpaceX milik Elon Musk serta raksasa layanan streaming, Netflix.

(Eko Nordiansyah)