Sejumlah Penerbangan di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu Batal Imbas Kabut Asap

Penumpang pesawat udara berjalan di jalur kedatangan di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (4/10/2026). ANTARA/Muhammad Rifki Hasa

Sejumlah Penerbangan di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu Batal Imbas Kabut Asap

Whisnu Mardiansyah • 17 October 2026 13:16

Palu: Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan serta angin belakang (tailwind) yang memengaruhi proses pendaratan pesawat.

Kepala Seksi Teknik dan Operasi Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Winariyanto, mengatakan kondisi tersebut menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan. Keputusan diambil dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aspek keselamatan penerbangan.

"Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6554 rute Makassar-Palu (UPG-PALU) dan ID 6555 rute Palu-Makassar dibatalkan. Pihak maskapai mengambil keputusan pembatalan setelah menunggu dan memperhatikan kondisi cuaca yang belum membaik," kata Kepala Seksi Teknik dan Operasi Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu Winariyanto, di Palu, seperti dilansir Antara, Sabtu, 18 Oktober 2026.

Winariyanto menjelaskan, pembatalan penerbangan Batik Air dilakukan oleh pihak maskapai setelah memantau kondisi cuaca yang belum menunjukkan perbaikan. Langkah tersebut diambil untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Gangguan serupa juga dialami penerbangan Lion Air nomor JT 780. Pesawat tersebut sempat melakukan prosedur batal mendarat atau go-around sebelum memutuskan kembali ke bandara keberangkatan (Return to Base atau RTB) di Makassar.
 


Pesawat Lion Air itu kembali ke Makassar pada Jumat (17/10) pukul 19.01 WITA setelah menghadapi embusan angin belakang dengan kecepatan mencapai 20 knot.

Menurut Winariyanto, operasional penerbangan di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri saat ini menghadapi dua kendala utama. Pertama, jarak pandang yang turun di bawah batas minimum untuk pendaratan akibat kabut asap. Kedua, angin belakang yang memengaruhi pesawat ketika akan mendarat.

"Saat ini kondisi jarak pandang di Bandara Mutiara terpantau fluktuatif, berkisar antara 3 hingga 5 kilometer," ujarnya.


Ilustrasi masyarakat mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Foto: dok. Antara. 


Gangguan akibat kabut asap juga memengaruhi penerbangan antardaerah di Sulawesi Tengah. Penerbangan Wings Air rute Palu-Tolitoli dibatalkan karena jarak pandang di Bandara Tolitoli berada di bawah batas aman penerbangan.

Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan harus menyesuaikan situasi cuaca dan standar keselamatan yang berlaku.

Winariyanto mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi terbaru mengenai jadwal keberangkatan melalui pihak maskapai. Penumpang juga diminta memahami kemungkinan perubahan jadwal selama gangguan cuaca masih berlangsung.

"Kami mengimbau para pengguna jasa transportasi udara memaklumi situasi gangguan cuaca dan terus memperbarui informasi jadwal keberangkatan melalui perwakilan maskapai terkait," ujar Winariyanto.

(Whisnu M)