Garuda Indonesia Ubah Operasional Penerbangan ke Jeddah Imbas Situasi Timur Tengah

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Garuda Indonesia Ubah Operasional Penerbangan ke Jeddah Imbas Situasi Timur Tengah

Hendrik Simorangkir • 15 October 2026 17:03

Tangerang: Operasional penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Jeddah mengalami penyesuaian jadwal. Kebijakan ini dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada operasional penerbangan dari dan menuju Arab Saudi.

"Garuda Indonesia telah melakukan sejumlah penyesuaian operasional penerbangan melalui berbagai langkah mitigasi, mulai dari pengalihan rute penerbangan, pengalihan pendaratan (divert) ke bandara alternatif, hingga penundaan penerbangan, berdasarkan perkembangan situasi serta koordinasi dan arahan dari General Authority of Civil Aviation (GACA) di Arab Saudi," ujar Direktur Operasi Garuda Indonesia, Eric Ferdinand Sofyal berdasarkan keterangan resmi yang diterima, Kamis, 15 Oktober 2026.

Sementara itu, penerbangan dari dan menuju Madinah tetap beroperasi normal sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.


Eric menuturkan, mitigasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan melalui pengelolaan risiko operasional yang terukur. Kebijakan tersebut turut mempertimbangkan perkembangan situasi terkini serta hasil koordinasi dengan otoritas penerbangan terkait.

"Seluruh penumpang yang terdampak oleh penyesuaian penerbangan tersebut telah mendapatkan kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Eric. 


Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Dokumentasi/ MI


Pihaknya akan memperkuat mitigasi operasional dengan memantau perkembangan situasi secara berkelanjutan. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan terkait, baik di Indonesia maupun Arab Saudi.

"Upaya tersebut turut mencakup kesiapan skenario operasional alternatif, termasuk penyiapan bandara pengalihan, guna mengantisipasi berbagai perkembangan situasi yang berpotensi memengaruhi kelancaran operasional penerbangan, dengan keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama," jelas Eric. 

(Silvana Febiari)