Menko Polkam Beberkan Fungsi Dry Ice dalam Penanganan Kabut Asap Dampak Karhutla

Menko Polkam Dudung Abdurachman meninjau persiapan uji coba penebaran dry ice atau es karbon dioksida padat di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang, Palembang. Foto: Dok. Kemenko Polkam.

Menko Polkam Beberkan Fungsi Dry Ice dalam Penanganan Kabut Asap Dampak Karhutla

Anggi Tondi Martaon • 14 October 2026 23:16

Jakarta: Pemerintah melakukan uji coba teknologi es kering (dry ice) di Sumatra Selatan (Sumsel). Teknologi tersebut berfungsi untuk mengatasi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Sore ini saya bersama Gubernur, Pangdam, dan Kapolda melihat secara langsung rencana penyiraman dry ice yang akan dilakukan besok," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman melalui keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2026.

Dudung menjelaskan penyebaran dry ice merupakan metode yang akan diterapkan untuk membantu mengurai penumpukan kabut asap di lapisan bawah atmosfer. Sehingga, kabut bakal naik ke atas atmosfer.

"Dengan begitu, di lingkungan kota dan sekitarnya tidak ada lagi penggumpalan asap," ungkap Dudung.
 


Menurut Dudung, metode tersebut berbeda dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang bertujuan merangsang turunnya hujan untuk membantu pemadaman kebakaran. Sedangkan penyebaran dry ice diarahkan untuk mengurangi dampak kabut asap di udara. 

Kedua metode tersebut akan dilaksanakan secara beriringan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla. "Jadi, semua upaya kita lakukan dari berbagai sisi," sebut Dudung.

Dudung mengungkapkan, penerapan teknologi tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan dampak karhutla. Menurut dia, Sumsel menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan metode tersebut. 

Pada tahap awal, sebanyak 1,5 ton dry ice dijadwalkan disebarkan di sekitar kawasan perkotaan menggunakan pesawat yang telah disiapkan. Pasokan bahan diperoleh dari Lampung dan wilayah setempat.


Menko Polkam Dudung Abdurachman meninjau persiapan uji coba penebaran dry ice atau es karbon dioksida padat di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Rabu (14/10/2026). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri.

"Ini merupakan perintah langsung dari Bapak Presiden. Uji coba di Indonesia baru pertama kali dilakukan di Sumatra Selatan. Jika uji coba ini berhasil, kita akan lanjutkan ke daerah-daerah lain yang menjadi sentral kabut asap, seperti Kalimantan Tengah dan sekitarnya," tutur Dudung.

Melalui penerapan perdana teknologi tersebut, pemerintah berharap kualitas udara dan jarak pandang (visibility) di wilayah terdampak kabut asap dapat membaik. Saat ini, jarak pandang dilaporkan berada pada kisaran 1.000 meter, dengan target peningkatan hingga 5.000 meter atau lebih. 

Hasil pelaksanaan operasi akan menjadi bahan evaluasi untuk mengukur efektivitas metode tersebut. Jika efektif, teknologi tersebut bakal diterapkan di wilayah terdampak karhutla

Dalam kegiatan tersebut, Menko Polkam didampingi Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (Wamen LH/Waka BPLH) Diaz Hendropriyono, Gubernur Sumsel Herman Deru, serta Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan. 

Turut hadir Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Sesmenko Polkam) Letjen TNI Mochammad Hasan beserta para pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemenko Polkam.

(Anggi Tondi)