Menlu Tata Tegaskan Diplomasi Indonesia Harus Terasa hingga ke Meja Makan Rakyat

Menlu Tata dalam pernyataan pers seusai serah terima jabatan di Kemlu RI, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. (Metrotvnews.com)

Menlu Tata Tegaskan Diplomasi Indonesia Harus Terasa hingga ke Meja Makan Rakyat

Muhammad Reyhansyah • 12 October 2026 20:41

Jakarta: Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menegaskan diplomasi Indonesia harus bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung ketahanan nasional dan prioritas pembangunan. 

Karena itu, kerja sama luar negeri akan diarahkan untuk memperkuat sektor pangan, energi, transformasi digital, industri pertahanan, perdagangan, investasi, kesehatan, dan maritim.

“Ukurannya sederhana. Diplomasi harus terasa sampai di meja makan rakyat,” kata Menlu Tata, sapaan akrab Arrmanatha, dalam pernyataan pers perdananya seusai serah terima jabatan (sertijab) Menlu di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Menlu Tata mengatakan diplomasi akan terus diarahkan untuk mendukung agenda transformasi strategis Presiden Prabowo Subianto dan prioritas pembangunan nasional.
 
“Diplomasi akan terus kita arahkan untuk mendukung ketahanan nasional dengan memajukan agenda transformasi besar dan strategis Bapak Presiden Prabowo dan prioritas pembangunan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan ketahanan nasional menjadi prioritas utama politik luar negeri Indonesia. Untuk mendukung ketahanan pangan, Menlu Tata menyebut Indonesia bekerja sama dengan Jepang dan Korea Selatan guna meningkatkan produksi beras. 

Indonesia juga mendorong kerja sama konkret dengan Vietnam dalam investasi peternakan sapi perah.

Di sektor energi, Indonesia mengembangkan kerja sama dengan Jepang untuk pembangkit listrik tenaga thorium dan panas bumi. Sementara itu, bersama Tiongkok, Indonesia membangun ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi.

Menlu Tata juga menyoroti perkembangan transformasi digital melalui sistem pembayaran lintas negara. Ia menyebut QRIS kini dapat digunakan untuk transaksi lintas batas di Thailand, Malaysia, Tiongkok, dan Jepang.

Menurutnya, berbagai kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya menerjemahkan hubungan luar negeri menjadi dukungan konkret bagi kebutuhan dan pembangunan nasional.

Perluas Kemitraan Strategis

Selain kerja sama sektoral, Menlu Tata memaparkan penguatan hubungan bilateral Indonesia dengan sejumlah negara. Ia menyebut hubungan Indonesia dengan Thailand dan Mesir meningkat menjadi kemitraan strategis. Rusia juga disebut dalam konteks penguatan kemitraan strategis.

Sementara itu, hubungan Indonesia dengan Vietnam dan Prancis telah ditingkatkan menjadi kemitraan strategis komprehensif.

Menlu Tata mengatakan Indonesia untuk pertama kalinya menggelar dialog 2+2 dengan Turki serta dialog strategis komprehensif dengan negara tersebut. Ke depan, dialog serupa direncanakan bersama Korea Selatan dan Qatar.

“Tahun ini, untuk pertama kalinya, kita menggelar dialog 2+2 dengan Turki dan comprehensive strategic dialogue dengan Turki. Dan berikutnya direncanakan akan dengan Korea Selatan dan Qatar,” jelas Menlu Tata.

Di bidang perdagangan, ia menyebut perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) telah tuntas secara substansi. Adapun CEPA dengan Kanada dan Peru disebut telah ditandatangani.

Indonesia juga akan melanjutkan perundingan kerja sama perdagangan dengan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Mercosur, Turki, Georgia, Chile, dan Pakistan.

Menlu Tata menegaskan penyelesaian perjanjian bukanlah tujuan akhir diplomasi. Menurutnya, berbagai instrumen kerja sama perlu ditindaklanjuti melalui rencana aksi, peta jalan, dan kesepakatan sektoral yang konkret agar manfaatnya dapat direalisasikan.

“Bagi kita, perjanjian bukan garis akhir. Perjanjian adalah garis awal,” ujarnya.

Ia menekankan seluruh perangkat kerja sama yang telah dibangun Indonesia perlu diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk mendukung prioritas pembangunan nasional.

Baca juga: Menlu Tata Tegaskan Kepentingan Nasional Jadi Kompas Diplomasi Indonesia

(Willy Haryono)