Klasemen Sementara FIFA ASEAN Cup Grup A Usai Indonesia Vs Malaysia

Laga Indonesia vs Malaysia, 28 September 2026. (Instagram/@malaysia_nt)

Klasemen Sementara FIFA ASEAN Cup Grup A Usai Indonesia Vs Malaysia

Riza Aslam Khaeron • 29 September 2026 09:58

Jakarta: Matchday kedua Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 resmi rampung usai menggelar dua pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 28 September 2026. Hasil dari rangkaian laga ini mengubah dinamika persaingan di papan klasemen sementara.

Indonesia harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 0-0 kontra Malaysia, meski skuad Garuda terpaksa tampil dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama. Pada laga lainnya, Singapura menjaga asa kelolosan usai memetik kemenangan tipis 1-0 atas Bangladesh.

Hasil tersebut membuat Malaysia dan Indonesia sama-sama mengoleksi empat poin. Harimau Malaya berhak memimpin klasemen berkat keunggulan selisih gol, sedangkan Singapura membuntuti di posisi ketiga dengan raihan tiga angka. Berikut ulasan pertandingan beserta tabel klasemen sementaranya.
 

Indonesia 0-0 Malaysia


Foto: Instagram/@timnasindonesia

Dalam duel bertajuk derby Serumpun yang mempertaruhkan gengsi nasional, Indonesia sebagai tuan rumah bertindak sigap dan langsung menghentak lewat gol cepat Justin Hubner pada menit ke-3. Namun, gol tersebut dianulir wasit lantaran proses serangan dinilai lebih dulu terjebak posisi offside.

Malaysia kemudian merespons dengan meningkatkan intensitas gempuran memasuki menit ke-16. Pemain Malaysia Faisal Halim melepaskan umpan terobosan ke arah Bergson yang bergerak ke dalam kotak penalti, tetapi penyerang Malaysia tersebut gagal menerobos jala gawang Garuda.

Skuad Garuda sempat memperoleh celah pada menit ke-24 ketika Thom Haye lolos dari jebakan offside. Sayang, keputusannya menyodorkan umpan kepada Ole Romeny gagal membuahkan tembakan yang membahayakan gawang lawan.

Kiper Maarten Paes diuji pada menit ke-29 saat Arif Aiman melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti, tetapi bola masih sanggup diamankan dengan sigap.

Momen terpenting laga terjadi pada menit ke-35, ketika Thom Haye melakukan pelanggaran terhadap Arif Aiman yang semula hanya diganjar kartu kuning. Namun, usai meninjau Video Assistant Referee (VAR), wasit Ko Hyung-jin mengubah keputusannya menjadi kartu merah langsung pada menit ke-37, sehingga Indonesia harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Kendati kalah jumlah pemain, Indonesia tetap menyengat menjelang jeda. Di masa injury time, tembakan keras Dean James berhasil ditepis Syihan Hazmi, sementara sundulan Elkan Baggott membentur tiang gawang. Babak pertama pun ditutup tanpa gol.

Malaysia tampil lebih dominan pada babak kedua, sementara Indonesia yang kalah jumlah pemain lebih fokus bertahan demi meredam gempuran lawan. Indonesia sempat mengancam lewat eksekusi tendangan bebas Kevin Diks pada menit ke-52, tetapi arah bolanya masih menyamping. Guna menambah daya gempur, Malaysia memasukkan Paulo Josue pada menit ke-54.

Setelah satu jam laga berjalan, Malaysia makin gencar mengurung pertahanan Indonesia. Paulo Josue langsung mendapat peluang emas pada menit ke-64, meski eksekusinya masih melambung di atas mistar. Arif Aiman kembali meneror pada menit ke-71, disusul ancaman Fergus Tierney tiga menit berselang, tetapi belum ada yang membuahkan hasil.

Sebelumnya, John Herdman memasukkan penyerang Mitchell Baker untuk menggantikan Luke Vickery pada menit ke-69. Hanya butuh waktu enam menit bagi Baker untuk melepaskan tembakan ke gawang Malaysia pada menit ke-75, meski bolanya belum menemui sasaran. Tembakan tersebut menjadi satu-satunya ancaman Garuda pada periode ini.

Malaysia kembali melakukan perubahan pada menit ke-88 dengan memasukkan Syahmi Safari untuk menggantikan Bergson. Syahmi lantas memperoleh sejumlah peluang emas untuk mengancam pertahanan Garuda di masa injury time.

Peluang pertama lahir dari skema sepak pojok Arif Aiman yang bolanya sempat ditepis Maarten Paes. Bola liar lantas disambar kapten Malaysia, Dion Cools, namun tembakannya sanggup disapu Justin Hubner tepat di garis gawang. Bola muntah kembali jatuh di kaki Syahmi Safari, tetapi sepakannya justru melambung di atas mistar gawang Tim Merah Putih.

Di kesempatan berbeda, Syahmi Safari kembali mengancam usai merangsek ke dalam kotak penalti Indonesia. Beruntung, Paes tampil cekatan untuk mengamankan gawangnya. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga laga usai.
 

Singapura 1-0 Bangladesh


Foto: Instagram/@thebafufe

Singapura dan Bangladesh tampil menyerang demi mengincar kemenangan pertama usai sama-sama menelan kekalahan di laga pembuka. The Lions mengambil inisiatif lebih dulu dan memaksa kiper Bangladesh, Mehedi Hasan Srabon, bekerja keras menepis ancaman Ikhsan Fandi.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-35. Berawal dari akselerasi Nur Adam Abdullah di sisi kiri, umpan silangnya disambut sundulan terukur Harhys Stewart yang menaklukkan Srabon sekaligus membawa Singapura unggul 1-0.

Bangladesh berupaya keras membalas. Namun, Srabon kembali menjadi figur penting di bawah mistar pada awal babak kedua dengan menggagalkan peluang emas Shah Shahiran.

Bangladesh memperoleh kesempatan terbaik untuk menyamakan skor lewat sundulan Shamit Shome, tetapi bola masih menyamping tipis. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 untuk Singapura tak berubah.

Hasil ini memberi tiga poin perdana bagi Singapura setelah sebelumnya takluk 0-2 dari Indonesia. Sebaliknya, Bangladesh menelan kekalahan kedua secara beruntun usai dibenamkan Malaysia 0-3 pada laga pertama.
   

Klasemen Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026

Malaysia masih menguasai takhta klasemen dengan raihan empat poin dari dua laga. Harimau Malaya unggul dalam selisih gol (+3) setelah mencetak tiga gol tanpa pernah kebobolan.

Indonesia mengekor di posisi kedua dengan koleksi poin yang sama (4) dan rekor clean sheet, namun harus puas di bawah Malaysia akibat kalah selisih gol (+2). Singapura menempel ketat di peringkat ketiga dengan tiga poin, sedangkan Bangladesh tertahan di dasar klasemen tanpa poin.
 
Pos Tim Main Menang Imbang Kalah Gol Kebobolan SG Poin
1 Malaysia 2 1 1 0 3 0 +3 4
2 Indonesia 2 1 1 0 2 0 +2 4
3 Singapura 2 1 0 1 1 2 -1 3
4 Bangladesh 2 0 0 2 0 4 -4 0

Persaingan sengit akan ditentukan pada matchday pamungkas, 1 Oktober 2026, yang mempertemukan Indonesia vs Bangladesh serta Malaysia vs Singapura.

Sesuai regulasi, hanya juara dari masing-masing grup (Grup A dan B) yang berhak melenggang langsung ke partai final, sementara tim runner-up akan bertanding di babak perebutan tempat ketiga.

Mengingat Malaysia masih memimpin selisih gol, Indonesia dituntut menang dengan margin gol besar atas Bangladesh pada laga penutup guna merebut posisi puncak dan mengamankan tiket final.

(Riza Aslam Khaeron)