Menteri Israel Serbu Masjid Ibrahimi di Tepi Barat Bersama Ratusan Pemukim

Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat. Foto: Anadolu

Menteri Israel Serbu Masjid Ibrahimi di Tepi Barat Bersama Ratusan Pemukim

Muhammad Reyhansyah • 29 September 2026 19:05

Tel Aviv: Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerbu Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat bagian selatan bersama ratusan pemukim Israel pada Selasa, 29 September 2026.

Kunjungan Ben-Gvir berlangsung sehari setelah dirinya memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki selama perayaan Sukkot, yang dimulai pada Minggu dan berlangsung hingga Sabtu.

Channel 14 Israel menayangkan rekaman Ben-Gvir saat berada di Masjid Ibrahimi.

“Ketika saya datang ke Masjid Ibrahimi, saya mendapatkan energi yang membuat saya ingin bernyanyi dan bersukacita,” kata Ben-Gvir kepada stasiun televisi tersebut saat kunjungan, dikutip dari Anadolu.

Dalam rekaman itu, ratusan pemukim Israel terlihat berada di belakang Ben-Gvir. Pada Senin, Otoritas Israel mengumumkan Masjid Ibrahimi ditutup bagi jamaah Muslim selama perayaan Sukkot.

Palestina Kecam Penutupan Masjid

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengecam keputusan tersebut.

“Penutupan itu mencakup larangan salat dan azan di masjid, menjelang pengambilalihan masjid oleh para pemukim dan pelanggaran terhadap kesuciannya selama hari-hari raya Yahudi,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Kebijakan tersebut merupakan serangan terang-terangan terhadap kesucian Masjid Ibrahimi dan melanggar kebebasan beribadah serta hak umat Muslim untuk menjalankan ritual keagamaan mereka,” lanjut pernyataan itu.

Kementerian tersebut menegaskan bahwa Masjid Ibrahimi merupakan “wakaf yang secara eksklusif diperuntukkan bagi umat Islam”.

Kementerian juga memperingatkan konsekuensi serius dari berlanjutnya kebijakan Israel dan upaya untuk menerapkan pembagian waktu dan ruang di masjid tersebut.

Masjid Ibrahimi berada di Kota Tua Hebron, kawasan yang disebut berada di bawah pendudukan penuh Israel. Sekitar 400 pemukim Israel tinggal di kawasan tersebut dengan perlindungan sekitar 1.500 tentara Israel.

Masjid Dibagi Sejak 1994

Israel membagi Masjid Ibrahimi pada 1994, dengan 63 persen area dialokasikan untuk umat Yahudi dan 37 persen untuk umat Muslim.

Pembagian tersebut dilakukan setelah seorang pemukim Yahudi membunuh 29 jamaah Palestina dalam sebuah pembantaian di masjid tersebut.

Berdasarkan pengaturan sepihak Israel, masjid ditutup sepenuhnya bagi umat Muslim selama 10 hari setiap tahun ketika berlangsung hari-hari besar keagamaan Yahudi. Masjid juga ditutup bagi umat Yahudi selama 10 hari saat hari-hari besar keagamaan Islam.

Sejak perang Israel di Jalur Gaza dimulai pada Oktober 2023, masjid tersebut disebut tidak sepenuhnya dibuka bagi umat Muslim selama hari-hari besar keagamaan mereka.

(Fajar Nugraha)