Diangkat jadi Ketua Wantimpres RI, Ini Profil Pratikno

Ketua Wantimpres Pratikno saat menjalani pelantikan di Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: Metro TV.

Diangkat jadi Ketua Wantimpres RI, Ini Profil Pratikno

Siti Yona Hukmana • 2 October 2026 16:15

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto melantik Pratikno sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor: 107P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. 

"Mengangkat Pratikno sebagai ketua merangkap anggota," kata Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, dalam Breaking News Metro TV, Jumat, 2 Oktober 2026.

Profil Pratikno

Pratikno bukan orang asing di pemerintahan. Ia ditunjuk sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) oleh Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo pada 2014. Pada Mei 2015, Pratikno melantik Kepala Sekretariat Presiden, Kepala Sekretariat Wakil Presiden, serta empat Deputi Sekretariat Wakil Presiden.

Pada November 2017, Mensesneg Pratikno bersama Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meluncurkan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas-Ngandong sebagai area pengembangan pendidikan dan pelatihan dalam pengelolaan hutan bagi sivitas akademika Universitas Gadjah Mada. 

Akademisi dan Perwakilan kerja sama dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri

Pratikno memiliki latar belakang akademisi. Ia memulai karier profesionalnya sebagai Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1986.

Pratikno beberapa kali mendapat jabatan perwakilan kerja sama antar Universitas Gadjah Mada dengan universitas-universitas luar negeri. Pada 1998 hingga 2003, ia ditunjuk sebagai Anggota Dewan Akademik kerja sama UGM dan Agder University College. 

Pratikno juga menjadi Mitra Indonesia untuk kerja sama antara Universitas Gadjah Mada dan Universitas Nasional Singapura serta perguruan tinggi lainnya di Asia dan Australia pada 2001 hingga 2008. Di tahun 2003, ia menjabat sebagai Manajer kerja sama Program Pascasarjana Politik Lokal dan Otonomi Daerah Universitas Gadjah Mada dengan Departemen Studi Asia, Flinders University of South Australia.

Ketua Wantimpres Pratikno saat mengambil sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: Metro TV.

Dalam selang waktu 2004 hingga 2006, ia menjadi Mitra untuk kerja sama Indonesia antara Institute Development Studies, Brighton, UK; Madras Institute of Development Studies, Chennai, India; Lahore University of Management Science, Pakistan, dan Universitas Gadjah Mada. Di tahun yang sama, ia juga menjadi Mitra Tetap Indonesia untuk Barometer Asia, Universitas Tokyo dan Universitas Chuo, Jepang (2004–2009).

Rentang waktu tahun 2007 hingga 2011, ia menjabat sebagai Manajer kerja sama Fisipol UGM dengan Royal Dutch Institute of Southeast Asian and Carribean Studies/Koninklijk Instituut voor Taal, Land, en Volkenkunde (KITLV, Leiden). Tahun 2007 hingga 2011, Pratikno mejadi anggota Dewan kerja sama antara Pusat Studi Sosial Asia Timur dan Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada dengan Universitas Oslo, Norwegia dan Universitas Kolombo, Sri Lanka.

Pemerintahan dan Politik

Pratikno terjun di dunia pemerintahan sejak 2006. Dari tahun 2006 hingga 2007, ia menjadi tim ahli Anggota Tim Ahli Bidang Hukum, Sosial Politik, dan Otonomi Daerah di Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia (sekarang Kementerian Dalam Negeri). 

Posisi digeser menjadi Anggota Tim Ahli Konsepsi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Departemen yang sama dalam waktu 2007 hingga 2012. 

(Siti Yona Hukmana)