Aparat keamanan berpatroli di salah satu kota di Myanmar. (Anadolu Agency)
Serangan Udara Junta Myanmar di Rakhine Tewaskan 33 Orang, 36 Terluka
Willy Haryono • 29 September 2026 06:17
Rakhine: Sedikitnya 33 orang tewas dan 36 lainnya terluka setelah militer Myanmar melancarkan serangan udara di dekat sebuah pasar di wilayah yang dikuasai Arakan Army di negara bagian Rakhine pada Senin, 28 September 2026, menurut laporan kelompok pemberontak dan pejabat setempat.
Serangan tersebut menjadi yang terbaru dalam serangkaian serangan udara mematikan junta terhadap pasukan perlawanan pro-demokrasi dan kelompok bersenjata etnis di Myanmar.
Myanmar dilanda kekacauan sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021. Setelah aparat keamanan menindak demonstrasi damai dengan kekerasan mematikan, banyak penentang pemerintahan militer mengangkat senjata dan memicu konflik di berbagai wilayah negara tersebut.
Menurut Arakan Army, serangan terjadi di Kotapraja Kyauktaw, sekitar 340 kilometer sebelah barat Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.
Kelompok yang menguasai Kyauktaw tersebut mengatakan sebuah jet tempur menjatuhkan dua bom di dekat pasar setempat sekitar tengah hari. Serangan itu menewaskan 33 orang, termasuk pedagang, pembeli, dan pejalan kaki.
Mengutip dari India Today, Selasa, 29 September 2026, Arakan Army mengatakan 36 orang lainnya terluka dan memperingatkan bahwa jumlah korban tewas masih dapat bertambah.
Wai Hun Aung, pejabat senior di Rakhine, mengonfirmasi jumlah korban kepada The Associated Press berdasarkan informasi dari petugas penyelamat di lokasi. Ia mengatakan pasar tersebut merupakan pusat perdagangan grosir utama di wilayah itu dan didatangi pedagang serta pembeli dari berbagai daerah di Rakhine.
“Ini merupakan salah satu serangan udara paling parah di Rakhine,” kata Wai Hun Aung.
Konflik Myanmar
Foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah bangunan terbakar, kendaraan rusak, serta bagian jembatan di dekat lokasi mengalami kerusakan.Militer Myanmar belum memberikan komentar terkait serangan tersebut. Sebelumnya, militer mengatakan serangan udaranya hanya menyasar target militer yang sah dan menuduh kelompok-kelompok perlawanan sebagai teroris.
Arakan Army merupakan sayap militer dari gerakan yang mengupayakan otonomi bagi kelompok etnis Rakhine dari pemerintah pusat Myanmar.
Kelompok tersebut melancarkan ofensif di Rakhine pada November 2023. Sejak itu, Arakan Army menguasai markas militer regional yang strategis serta 14 dari 17 kotapraja di negara bagian tersebut.
Militer Myanmar juga memberlakukan pembatasan ketat terhadap jalur perdagangan sejak pertempuran di Rakhine meningkat. Kondisi tersebut memperburuk kekurangan pangan.
Pada Desember, serangan udara militer terhadap sebuah rumah sakit di Kotapraja Mrauk-U, Rakhine, menewaskan sedikitnya 34 orang dan melukai 80 lainnya.
Serangan di dekat pasar Kyauktaw menambah jumlah korban akibat serangkaian serangan udara di Rakhine. Arakan Army dan petugas penyelamat melaporkan banyak korban serta memperingatkan bahwa jumlah korban tewas masih dapat bertambah.
Baca juga: Serangan Udara di Biara Buddha Myanmar Tewaskan 14 Orang