Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Foto: Metro TV.
Prabowo bakal Umumkan Perusahaan Asing Pembakar Hutan Indonesia
Siti Yona Hukmana • 22 October 2026 16:35
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan nama-nama perusahaan asing yang terlibat dalam pembaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia. Ia tidak menoleransi perbuatan itu dan akan meminta pertanggungjawaban.
"Nanti pada saatnya kita umumkan lah nama-nama itu," kata Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dilihat dari Breaking News Metro TV, Kamis, 22 Oktober 2026.
"Saudara saksi, saudara di paling depan. Bupati, gubernur, itu anak-anak kita, rakyat kita yang rusak kesehatannya," ujar Kepala Negara.
Prabowo meyakini bukan orang Kalimantan yang membakar hutan dan lahan. Sebab, orang Kalimantan hidup di wilayah itu. Menurut Prabowo, tidak mungkin orang Kalimantan tega melihat anak-anak menderita akibat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Pasti orang-orang yang tidak punya rasa cinta kepada bumi Indonesia dan rakyat Indonesia," ungkap Prabowo.

Gubernur dan bupati hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Foto: Metro TV.
Prabowo menyebut ada indikasi banyak perusahaan asing harus bertanggung jawab dalam karhutla. Prabowo menyebut perusahaan asing itu ada yang melanggar 2 kali, bahkan ada yang melanggar hampir 19 kali. Prabowo menegaskan akan mencabut izin konsesi perusahaan tersebut.
"Ini menurut saya sudah nggak usah lagi lah, kalau 2 kali melanggar cabut aja. Jadi kita bertanggung jawab, tapi kita juga ada beberapa negara yang mengolok-kolok kita, menghina, dan sebagainya. Padahal banyak yang bertanggung jawab perusahaan-perusahaan mereka yang di sini," ujar Prabowo.
Prabowo meminta tidak takut dengan perusahaan-perusahaan yang melanggar itu. Ia menyebut lahan konsesi bisa dikelola oleh anak-anak Indonesia.
"Nanti daerah-daerah, fakultas-fakultas cari anak-anak muda yang bagus-bagus. Masak orang Indonesia nggak bisa mengelola perkubunan-perkubunan itu? Mungkin lebih baik kita kelola daripada mereka, karena kita cinta Tanah Air kita. Edukasi penting. Para gubernur, para bupati, edukasi. Harus kita ajarkan rakyat kita," ujar Prabowo.