Ilustrasi. Foto: Freepik.
Dolar AS Melemah ke Level Terendah Imbas Pemilihan Paruh Waktu
Eko Nordiansyah • 5 November 2026 09:29
New York; Dolar AS jatuh ke level terendahnya dalam lebih dari sebulan pada Rabu, 4 November 2026, seiring para pelaku pasar mata uang mencerna kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections) AS serta mempertimbangkan potensi dampak kebijakan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
Para pengamat kebijakan moneter juga menerima sejumlah data ekonomi yang beragam menjelang laporan nonfarm payrolls AS yang sangat dinantikan pada Jumat.
Dikutip Investing, indeks dolar AS, yang mengukur kinerja mata uang tersebut terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, turun 0,3 persen menjadi 101,55. Indeks ini sempat menyentuh level terendah harian di 101,10, angka terendah sejak 30 September.
Partai Demokrat kuasai kedua kamar Kongres
Data dari Associated Press menunjukkan Partai Demokrat berhasil mengamankan mayoritas di Senat maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), meskipun masih ada sejumlah suara yang belum dihitung.Di Senat yang memiliki 100 kursi, Partai Demokrat telah memenangkan 54 kursi, dengan dua pemilihan masih belum diputuskan, menurut proyeksi AP. Partai Demokrat juga telah mengamankan 228 kursi di DPR, melampaui ambang batas 218 kursi yang diperlukan untuk meraih mayoritas di majelis rendah tersebut.
Kemenangan penting Partai Demokrat mencakup keberhasilan James Talarico dalam pemilihan Senat di Texas, serta kemenangan Abdul El-Sayed dalam pemilihan Senat di Michigan, negara bagian penentu (swing state) yang krusial. Partai Demokrat berhasil merebut setidaknya tujuh kursi dari Partai Republik di Senat.
Hasil ini mencerminkan penolakan tegas terhadap dua tahun pertama masa jabatan kedua Presiden Donald Trump, periode Partai Republik memegang mayoritas tipis di DPR dan Senat. Mulai Januari mendatang, pengesahan undang-undang di Kongres akan memerlukan setidaknya sebagian persetujuan dari Partai Demokrat, meskipun Trump tetap memiliki hak veto atas rancangan undang-undang tanpa risiko dibatalkan oleh Kongres.
Dampak langsung dari hasil ini bisa berupa regulasi yang lebih ketat, baik di tingkat federal maupun lokal, terhadap investasi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), seperti pembangunan pusat data (data center). Mengingat pembangunan infrastruktur AI telah mendorong ekonomi AS, hambatan apa pun di sektor ini dapat memengaruhi pertumbuhan dan mengurangi daya tarik mata uang utama dunia tersebut.
Dolar Kanada memang sempat menguat ke level 1,3975 pada Rabu.
Baca Juga :
Wall Street Melonjak, Dow Catat Rekor Terbaik
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Data ekonomi AS dinanti
Di luar pemilihan paruh waktu, perhatian tertuju pada kalender ekonomi AS. Laporan ketenagakerjaan sektor swasta bulanan dari ADP menunjukkan penambahan 86 ribu lapangan kerja pada Oktober, angka yang jauh melampaui ekspektasi sebesar 67 ribu dan setara dengan capaian September.Data ini mengindikasikan pasar tenaga kerja yang tangguh, menyusul laporan sehari sebelumnya yang menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan di AS mencapai level tertinggi dalam empat bulan. Kini, semua mata tertuju pada laporan nonfarm payrolls (data ketenagakerjaan di luar sektor pertanian) yang akan dirilis Jumat.
Sementara itu, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa aktivitas ekonomi di sektor jasa AS sedikit melambat pada bulan Oktober dibandingkan September, namun tetap berada dalam zona ekspansi. Laporan terpisah dari S&P Global menunjukkan tren serupa.
Euro mencatatkan hari terbaiknya sejak pertengahan Oktober
Di seberang Atlantik, mata uang euro memanfaatkan pelemahan dolar AS dengan melonjak 0,3 persen ke level 1,1220, menuju sesi perdagangan terbaiknya sejak 15 Oktober.Kenaikan tajam ini terjadi meskipun data makroekonomi domestik menunjukkan adanya hambatan pertumbuhan yang terus berlanjut di kawasan mata uang tunggal tersebut. Indeks PMI Komposit Zona Euro dari S&P Global turun menjadi 51,7 pada Oktober dari 53,1 pada bulan September, level terendah dalam empat bulan dan berada di bawah estimasi awal sebesar 51,9.
Poundsterling juga menguat terhadap dolar, naik 0,4 persen menjadi USD1,3467, level tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir.
Poundsterling mendapatkan dukungan dari pelemahan dolar, namun para pelaku pasar memilih untuk tidak melakukan aksi beli agresif menjelang pengumuman kebijakan Bank of England (BOE) pada Kamis.
Mengingat inflasi umum dan inflasi sektor jasa di Inggris yang tetap tinggi dan sulit turun, pasar uang berspekulasi kuat bahwa Komite Kebijakan Moneter (MPC) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi empat persen.