Kebakaran lahan perkebunan dan lahan kosong Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Jumat (30/10).
BPBD: 110 Hektare Lahan Terbakar di Parigi Moutong Masuk Kawasan HPT
Lukman Diah Sari • 3 November 2026 17:14
Palu: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengatakan 110 hektare terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kabupaten itu masuk dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Saat ini api telah berhasil di padamkan.
"Peristiwa karhutla terjadi di kawasan HPT Gunung Sari Kecamatan Bolano Lambunu. Dari 110 luas hektare terbakar, 20 hektare di antaranya kebun warga berisi cengkeh, kakao, pete dan jengkol ikut terdampak," kata Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai dihubungi dari Palu, Selasa, 3 November 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Adapun tim gabungan terlibat terdiri dari 100 personel TNI, 30 personel Polri, 12 personel BPBD, dua personel Satpol-PP, dua relawan Palang Merah, Indonesia (PMI), lima relawan reaksi cepat (TRC) BPBD, satu relawan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah, dibantu warga setempat.
"Bolano Lambu salah satu wilayah rawan kebakaran, karena kawasan hutan mengalami kekeringan. Kami mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar, membakar sampah sembarangan karena sangat berpotensi menimbulkan kebakaran," tutur Rivai.

Kebakaran lahan perkebunan dan lahan kosong Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Jumat (30/10).
Menurut laporan Satgas siaga darurat karhutla, saat ini muncul itik api baru di wilayah Bolano Lambunu dan tim sedang melakukan penanganan di lapangan."Belum ada laporan lebih lanjut. Kami juga belum melakukan pemetaan berapa luas lahan terdampak," ucapnya.
Selain Gunung Sari, karhutla juga terjadi di Desa Ganinggol Sari, Kecamatan Bolano Lambunu dengan luas terdampak kupang lebih 1 hektare pada Minggu, 1 November 2026, dan hingga kini api telah berhasil dipadamkan.