PVMBG Ungkap Penyebab Munculnya Daratan Baru di Perairan Tual

angkapan layar video yang memperlihatkan kemunculan sebuah daratan baru di perairan Desa Yamru, Kota Tual, Maluku. ANTARA/X-@Daryono_eq_talk

PVMBG Ungkap Penyebab Munculnya Daratan Baru di Perairan Tual

Whisnu Mardiansyah • 3 November 2026 19:15

Maluku: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan kemunculan daratan baru di perairan Desa Yamru, Kota Tual, Maluku, berkaitan dengan material mud volcano atau lumpur yang terdorong hingga ke permukaan akibat aktivitas geologi.

Ketua Tim Geologi Gempa Bumi dan Tsunami PVMBG, Imam Catur Priambodo, menjelaskan wilayah tersebut memiliki kondisi geologi yang mengandung banyak material lumpur, gas, dan air.

"Mud volcano bukan berarti gunung api, tapi material mud atau lumpur yang muncul membentuk gundukan," ujar dia saat ditemui di sela sosialisasi penyebarluasan informasi mitigasi bencana geologi di Mataram, Nusa Tenggara Barat, seperti dilansir Antara, Selasa, 3 November 2026.

Kemunculan daratan tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah sebuah video yang memperlihatkan gundukan material dari dasar laut beredar luas di media sosial. Formasi menyerupai pulau karang itu diperkirakan memiliki panjang sekitar 60 meter dan lebar 30 meter.

Gundukan tersebut terlihat di perairan Desa Yamru pada Senin, 2 November 2026, sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Kemunculannya terjadi empat hari setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Laut Banda pada 29 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan masyarakat setempat, material yang membentuk daratan baru itu terdiri atas batu, lumpur, dan endapan pasir.
 


Imam menjelaskan guncangan gempa dapat memengaruhi kondisi hidrostatik di bawah permukaan laut. Perubahan tersebut memungkinkan material lumpur yang mengandung gas dan air terdorong naik hingga membentuk gundukan di permukaan.

Menurut dia, kemunculan lumpur seperti ini dapat terjadi di wilayah dengan karakteristik geologi yang memiliki kandungan material tersebut, termasuk kawasan perairan Maluku.

Meski demikian, PVMBG meminta masyarakat tidak memanfaatkan daratan baru itu sebagai permukiman ataupun lahan baru. Material yang membentuk gundukan tersebut belum stabil untuk menopang beban berat, termasuk bangunan.

"Kalau didekati mungkin tidak ada masalah, tapi yang harus diperhatikan karena pulau karang itu kondisinya tidak stabil, jadi jangan dijadikan tempat tinggal atau jangan jadi lahan baru," imbau Imam.


Tangkapan layar video yang memperlihatkan kemunculan sebuah daratan baru di perairan Desa Yamru, Kota Tual, Maluku. ANTARA/X-@Daryono_eq_talk


Imam menyebut fenomena serupa pernah ditemukan di perairan Desa Teinaman, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Januari 2023. Saat itu, gundukan material muncul setelah gempa berkekuatan magnitudo 7 mengguncang kawasan tersebut.

Hasil analisis PVMBG menunjukkan formasi yang muncul di perairan Teinaman bukan pulau baru yang terbentuk dari dasar laut melalui proses pembentukan daratan. Fenomena tersebut merupakan pengangkatan material dasar laut ke permukaan akibat dorongan sesar naik atau thrust fault yang dipicu gempa bumi.

Dalam pengamatan di lokasi, tim PVMBG menemukan gundukan tersebut berada sekitar 200 meter dari garis pantai dengan ketinggian kurang lebih tiga meter. Material yang terlihat pada gundukan di daratan dekat pantai berupa lumpur berwarna kehitaman, bercampur pecahan kerikil dan potongan kayu.

PVMBG menjelaskan mud volcano berbeda dari pulau vulkanik yang terbentuk akibat aktivitas gunung api. Fenomena tersebut juga tidak sama dengan pulau tektonik permanen yang terbentuk melalui proses geologi jangka panjang, termasuk pengangkatan batuan dalam skala besar.

Gundukan material tersebut merupakan bentuk deformasi sementara akibat aktivitas sesar naik di dasar laut dangkal. Pengangkatan dasar laut semacam ini dapat terjadi di kawasan dengan mekanisme gempa sesar naik, terutama ketika sumber gempa berada relatif dangkal di bawah perairan.

(Whisnu M)