44 Warga Diduga Keracunan Gas Pabrik di Karawang

Warga yang diduga keracunan gas pabrik dibawa ke fasilitas kesehatan di Karawang. ANTARA/HO-Tangkap Layar Video WAG

44 Warga Diduga Keracunan Gas Pabrik di Karawang

Lukman Diah Sari • 29 October 2026 22:58

Karawang: Puluhan warga di dua desa di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan gas dari pabrik caustic soda milik salah satu perusahaan manufaktur kertas dan bahan kimia di Karawang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karawang Asep Suryana menyampaikan, untuk sementara dilaporkan terdapat 44 orang yang dibawa ke rumah sakit diduga akibat mengalami keracunan.

"Prioritas pertama dalam menangani peristiwa itu ialah melakukan penanganan warga yang terdampak. Untuk penyebab pastinya masih belum disampaikan lebih jelas, karena masih proses penanganan.," ujar dia di Karawang, Kamis, 29 Oktober 2026, melansir Antara.

Warga yang diduga mengalami keracunan itu dibawa ke Rumah Sakit Rosela Karawang sejak Kamis siang. Mereka umumnya mengalami sesak nafas, mual, dan batuk-batuk. Sebanyak 44 warga itu merupakan warga Desa Desa Kutamekar dan Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Karawang.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Muh Asim menyampaikan pihak kepolisian terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

Warga yang terdampak telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Pendataan warga terdampak juga masih terus dilakukan oleh pihak terkait. Ia menyampaikan, warga mulai merasakan gangguan kesehatan seperti pusing, sesak nafas, mual hingga batuk-batuk pada Kamis pagi.


Penanganan korban diduga keracunan gas di RS Rosela Karawang. (Metro TV)

Berdasarkan informasi awal, peristiwa itu dipicu akibat adanya bahan kimia yang ditemukan tersimpan di area luar ruangan. Kemudian pada Rabu (28/10) malam hingga Kamis dini hari turun hujan yang diduga memicu terjadinya reaksi bahan kimia dan air.

Kondisi itu menimbulkan bau menyengat hingga tercium oleh warga yang tinggal tak jauh dari perusahaan. Namun diakuinya itu merupakan informasi awal yang diperoleh. Untuk penyebab pasti kejadian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan oleh instansi teknis.

(Lukman Diah Sari)