Penanganan Karhutla, 51.059 Personel hingga Peralatan Disiagakan Antisipasi Titik Api Baru

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: BNPB.

Penanganan Karhutla, 51.059 Personel hingga Peralatan Disiagakan Antisipasi Titik Api Baru

Anggi Tondi Martaon • 28 October 2026 17:36

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan 51.059 personel dan peralatan di sejumlah wilayah. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.

“Tentu tetap kami siagakan, baik itu personel maupun peralatan yang ada di kabupaten kota di mana wilayah terbakar terjadi,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dikutip dari Antara, Rabu, 28 Oktober 2026.

Berton menyampaikan bahwa personel yang disiagakan itu tersebar di sejumlah provinsi. Rinciannya, Kalimantan Tengah sebanyak 16.387 personel, Kalimantan Barat 14.458 personel, Sumatera Selatan 12.287 personel, dan Kalimantan Selatan 7.927 personel.

Selain personel, peralatan penanganan karhutla juga tetap disiagakan BNPB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta satuan tugas di tingkat kabupaten dan kota.
 


Berton menyatakan kesiapsiagaan BNPB tersebut tetap dipertahankan, meskipun titik api di sejumlah wilayah dilaporkan menurun. Langkah itu dilakukan untuk memastikan personel dan peralatan tetap tersedia apabila kebakaran kembali muncul.

Terkait penanganan melalui jalur udara, BNPB menyiagakan 61 armada yang terdiri atas 24 armada untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca serta 37 armada untuk pengeboman air atau water bombing.

Operasi modifikasi cuaca juga dilakukan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Selatan. Hal itu guna mendukung pembasahan lahan serta mengurangi potensi meluasnya kebakaran.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Antara.

Berton mengatakan hujan yang turun di sejumlah wilayah turut membantu upaya pemadaman, terutama untuk membasahi lahan yang terbakar. "Semoga hujan tetap terjadi sehingga api semua padam, bara dalam permukaan pun tetap padam," ucap Berton.

Selain itu, Berton menyampaikan pihaknya mencatat per 28 Oktober luas lahan yang terbakar di empat provinsi mencapai 359 hektare.

"Kami secara rinci bisa menyampaikan Kalimantan Tengah 10 hektare, Kalimantan Selatan 75 hektare, Kalimantan Barat 12 hektare, dan Sumatera Selatan sebesar 262 hektare," ujar Berton.

(Anggi Tondi)