Warga Karawang Diduga Keracunan Gas Pabrik, Alami Sesak dan Mual

IGD RS Rosela Karawang. (Metro TV)

Warga Karawang Diduga Keracunan Gas Pabrik, Alami Sesak dan Mual

bambang aris • 29 October 2026 17:57

Karawang: Puluhan warga di Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan gas kaustik soda dari sebuah pabrik kertas. Peristiwa ini diduga terjadi akibat kebocoran gas saat pabrik tersebut beroperasi pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Berdasarkan rekaman video amatir warga, tampak asap putih tebal mengepul keluar dari cerobong pabrik. Sesaat setelahnya, puluhan warga setempat secara serentak mengalami gangguan pernapasan dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat.

Insiden ini terjadi tepat saat sebagian warga hendak memulai aktivitas pagi. Salah seorang korban, Narti, mengaku melihat kepulan asap putih tebal saat hendak berangkat kerja sekitar pukul 05.30 WIB. 

"Pusing sama mual, ngirup udara itu asap," ujar Narti, Kamis, 29 Oktober 2026. 

"Perih juga ke mata, pahit di tenggorokan dan sesak napas," kata dia.

Penanganan korban diduga keracunan gas di RS Rosela Karawang. (Metro TV)

Secara terpisah, tim medis RS Rosela Karawang yang menjadi rujukan para korban, dr. Nanang, mengungkapkan ada sekitar 40 orang yang dievakuasi ke fasilitas kesehatannya Dia memastikan bahwa gejala yang dialami warga rata-rata tenggorokan gatal, mata perih, sesak napas, dan mual muntah. 

"Kita sudah penanganan awal di IGD, ini kan mungkin kena gas," jelas dia. 

Insiden keracunan massal warga akibat kebocoran gas kaustik soda ini diketahui bukan kali pertama terjadi. Kejadian serupa yang terus berulang menimbulkan keresahan dan kekhawatiran mendalam bagi warga yang bermukim di sekitar area pabrik kertas tersebut.

Masyarakat mendesak pihak terkait untuk segera turun tangan menindaklanjuti sumber kebocoran gas agar insiden serupa tidak kembali terulang. Warga juga menuntut jaminan keselamatan lingkungan, mengingat lokasi operasional perusahaan sangat berdekatan dengan kawasan permukiman penduduk.

(Lukman Diah Sari)