Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea. (Dokumentasi/ Bidhumas Polda Banten)
Polda Banten Imbau Warga Pesisir Waspadai Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Silvana Febiari • 6 October 2026 16:36
Serang: Polda Banten mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level II atau Waspada. Khususnya, warga yang beraktivitas di wilayah pesisir Banten dan sekitarnya.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat diminta mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari instansi berwenang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di wilayah pesisir Banten agar memperhatikan perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mengikuti setiap rekomendasi dari PVMBG,” ujar Maruli di Serang, Selasa, 6 Oktober 2026.
Berdasarkan rekomendasi PVMBG, masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
“Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Apabila menerima informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, pastikan sumbernya berasal dari instansi resmi sehingga informasi yang diterima masyarakat benar dan tidak menimbulkan kepanikan,” katanya.
Polda Banten bersama jajarannya akan terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau. Koordinasi dengan instansi terkait dilakukan agar informasi kondisi gunung dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.
“Masyarakat kami harapkan tetap mengutamakan keselamatan, mematuhi batas aman yang telah ditetapkan, serta segera mengikuti arahan petugas apabila terdapat perkembangan situasi. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan bersama,” tutup Maruli.

Arsip - Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan. ANTARA/Riadi Gunawan
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 5 Oktober 2026 pukul 00.00–24.00 WIB yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, teramati empat kali letusan dengan amplitudo 39–55 mm dan durasi 20–798 detik. Kolom erupsi dari keempat letusan tersebut tidak teramati.
Selain itu, tercatat dua kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 6–11 mm dan durasi 7–9 detik, lima kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 7–27 mm dan durasi 6–12 detik, tiga kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 24–26 mm dan durasi 6–11 detik, serta satu kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 9 mm dan durasi 13 detik. Tremor menerus (microtremor) juga terekam dengan amplitudo 0,5–10 mm, dengan amplitudo dominan 2 mm.
Secara visual, Gunung Anak Krakatau teramati jelas hingga kabut 0–III. Asap kawah maupun kolom erupsi tidak teramati. Kondisi meteorologi di sekitar gunung api dilaporkan berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut, suhu udara 27,6–30 derajat Celsius, serta kelembapan udara 74–87 persen. Sementara itu, kondisi ombak laut terpantau sedang.