Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Kaitkan Protes Pelajar Prancis dengan Isu Migrasi Massal Tak Terkendali
Muhammad Reyhansyah • 7 October 2026 14:19
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaitkan aksi protes besar-besaran mahasiswa di Prancis dengan isu Islam dan migrasi, memperkuat narasi politik sayap kanan yang selama ini diusungnya menjelang pemilihan paruh waktu AS.
Pernyataan Trump disampaikan melalui platform Truth Social pada Selasa, 6 Oktober 2026 ketika demonstrasi pelajar di Prancis terus meluas dan memasuki sejumlah bentrokan dengan aparat keamanan.
“Apa yang terjadi di Prancis tidak lain adalah migrasi massal yang benar-benar tidak terkendali,” tulis Trump, dikutip dari France24.
“Ini bukan soal sekolah, ini soal Islam yang ingin mengambil alih negara yang pernah besar,” sambungnya.
Pelajar Prancis telah memblokade pintu masuk ratusan sekolah di berbagai wilayah sejak akhir September untuk menuntut kondisi pendidikan yang lebih baik. Aksi tersebut sesekali berujung bentrokan dengan aparat keamanan. Selasa kemarin, sekitar 250.000 demonstran turun ke jalan di berbagai wilayah Prancis.
Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut maupun bukti untuk mendukung klaimnya. Di Prancis, hingga kini belum ditemukan kaitan antara gerakan pelajar tersebut dengan tuntutan berbasis agama maupun identitas.
Namun, sejumlah tokoh dalam gerakan Make America Great Again (MAGA) Trump menggunakan demonstrasi di Prancis untuk mengangkat isu migrasi menjelang pemilu sela AS bulan depan.
Sejumlah komentator MAGA berulang kali membagikan video mengenai kerusuhan di Prancis beberapa hari sebelum Trump menyampaikan pernyataannya.
Sekutu Trump, Glenn Beck, mengatakan demonstrasi tersebut menjadi peringatan bagi negara-negara Barat lainnya. “Kerusuhan di Prancis adalah peringatan jelas bagi seluruh Barat,” tulis Beck di X pada Senin.
Sementara itu, komentator sayap kanan Dave Rubin membagikan rekaman yang diambil di sebuah stasiun kereta Prancis kepada 1,6 juta pengikutnya. “Ini akan terjadi di Amerika jika Demokrat kembali berkuasa,” tulis Rubin.
Kritik Trump terhadap Eropa
Trump, yang berusia 80 tahun, meningkatkan retorikanya mengenai isu migrasi dan transgender menjelang pemilu sela. Perang Iran dan meningkatnya biaya hidup disebut berpotensi memengaruhi kendali Partai Republik atas Kongres.Eropa juga menjadi sasaran kritik Trump sejak masa jabatan pertamanya di Gedung Putih.
Pemerintahan Trump saat ini semakin sering memperingatkan mengenai apa yang disebutnya sebagai kemunduran budaya Barat di Eropa.
Strategi Keamanan Nasional AS yang dirilis pada Desember menyebut Eropa menghadapi “penghapusan peradaban”. Dokumen tersebut juga mengatakan AS akan “mendorong resistensi” terhadap tren politik yang sedang berlangsung di Eropa.
Wakil Presiden AS JD Vance juga menjadi salah satu pengkritik Eropa dalam isu tersebut.
Hubungan dekat Trump dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang akan mengakhiri masa jabatannya juga tidak menghentikan kritik Trump terhadap sekutu AS tersebut.
Prancis Respons Trump
Prancis merespons pernyataan Trump dengan membandingkannya dengan reaksi Iran terhadap demonstrasi tersebut.Sebelumnya, Iran memanggil utusan Prancis terkait apa yang disebut Teheran sebagai “respons kekerasan” Paris terhadap demonstrasi pelajar.
“Anda akan mendapatkan versi Iran, mungkin versi dari sejumlah pihak di Israel, mungkin juga versi dari sejumlah pihak di Amerika,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot di hadapan komite parlemen pada Selasa.
Barrot mengatakan perwakilan diplomatik Prancis berupaya menyampaikan perspektif Paris mengenai situasi tersebut agar Prancis dapat menyebarkan narasinya sendiri, bukan hanya menjadi sasaran narasi dari pihak lain.