Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby. (AP Photo/Susan Walsh)
Willy Haryono • 12 October 2023 06:50
Washington: Jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang tewas dalam serangan kelompok pejuang Palestina Hamas ke wilayah Israel telah bertambah, dari sebelumnya hanya belasan menjadi 22 orang per hari Selasa, 11 Oktober 2023. Sementara 17 lainnya masih dinyatakan hilang dan kemungkinan disandera.
Berbicara dalam konferensi pers yang sama, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan bahwa jumlah tersebut kemungkinan akan meningkat.
"Kita tahu bahwa saat ini sejumlah warga AS sedang disandera, tapi saya pikir kita semua perlu menguatkan diri untuk menghadapi kemungkinan besar bahwa jumlah ini akan terus meningkat, dan kita mungkin menemukan bahwa semakin banyak warga AS yang menjadi bagian dari kelompok yang disandera," kata Kirby, melansir dari laman The Algemeiner.
Hamas diyakini telah menyandera lebih dari 100 orang di Jalur Gaza setelah serangan kilat ke Israel pada hari Sabtu yang sejauh ini menewaskan lebih dari 1.200 orang.
Ketika ditanya tentang kemungkinan upaya negosiasi penyanderaan dan status para sandera, Kirby mengatakan bahwa AS sedang berkomunikasi dengan pemerintah Israel dan mitra serta sekutu regional lainnya, tetapi kondisi para sandera belum diketahui.
"Kami sedang berdiskusi tidak hanya dengan Israel mengenai seperti apa pemulihan sandera, namun juga dengan sekutu dan mitra lain di kawasan. Dan ada beberapa negara seperti Qatar yang memiliki jalur komunikasi terbuka dengan Hamas. Jadi, kami menebar jaring lebar-lebar," tutur Kirby.
"Kami ingin semua sandera kembali ke keluarga mereka, khususnya sandera Amerika, tidak diragukan lagi," sambung dia.
Kirby mengatakan bahwa AS belum mengetahui lokasi para sandera, atau kondisi mereka. Hal ini membuat upaya pembebasan menjadi "sangat, sangat sulit."
Ia menolak berkomentar apakah ada komunikasi yang dilakukan dengan Hamas mengenai para sandera. Senin lalu, Hamas mengatakan bahwa mereka akan mulai mengeksekusi sandera sebagai pembalasan atas serangan udara Israel, meski tidak jelas apakah mereka melaksanakan ancaman tersebut.
Baca juga: Biden Sebut Serangan Hamas terhadap Israel 'Kejahatan Murni' Seperti ISIS