Hanya 2 Sistem Peringatan Dini Bencana yang Berfungsi di Majalengka

Ilustrasi--Stasiun Pemberitaan Banjir Dini Pos Siaga IV Semeru Kamar A yang berlokasi di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Medcom.id/Daviq)

Hanya 2 Sistem Peringatan Dini Bencana yang Berfungsi di Majalengka

Media Indonesia • 27 November 2023 23:05

Majalengka: Guna memantau pergerakan tanah, peralatan early warning system (EWS) sudah dipasang di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Namun hanya dua yang kini kondisinya aktif.

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Majalengka, Rezza Permana, menjelaskan untuk memantau pergerakan tanah, ada lima EWS yang sudah dipasang di wilayah rawan bencana pergerakan tanah. 

"Namun hanya dua yang aktif, sisanya rusak," tutur Rezza, Senin, 27 November 2023.

Dua peralatan EWS yang masih aktif tersebut menurut Rezza, berada di Desa Cibeureum, Kecamatan Talaga dan Desa Jerukleueut, Kecamatan Sindangwangi. Sedangkan 3 EWS yang kondisinya rusak hingga kini masih terpasang di lokasi, yaitu di Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma; Desa Padarek, Kecamatan Lemahsugih; dan Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka.

Kerusakan EWS, lanjut Rezza, dikarenakan faktor cuaca. "Itu, kan, peralatan elektronik, kena air hujan atau lainnya jadi rusak, tapi hingga kini peralatan EWS tersebut masih terpasang di lokasi sebelumnya."

Namun untuk sirine peringatan, lanjut Rezza, saat ini terpasang di BPBD Majalengka.

"Sebelumnya sirine peringatan tersebut terpasang di lokasi, tetapi justru menimbulkan kepanikan masyarakat, sehingga dipindahkan ke BPBD Majalengka," tutur Rezza. 

Peralatan EWS itu juga terhubung dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.

Selain untuk memantau pergerakan tanah, EWSS untuk bencana banjir juga terpasang di Bendung Rentang. EWS tersebut menurut Rezza milik BBWS dan sirinenya akan berbunyi ketika debit airnya mencapai lebih dari 1.000.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Meilikhah)