Profil Margarito Kamis, dari Pakar Hukum Tata Negara Jadi Wantimpres

Presiden Prabowo Subianto mengangkat Margarito Kamis menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Dok. Istimewa

Profil Margarito Kamis, dari Pakar Hukum Tata Negara Jadi Wantimpres

Achmad Zulfikar Fazli • 2 October 2026 18:21

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengangkat Margarito Kamis menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Margarito merupakan seorang akademikus dan praktisi hukum.

Dikutip dari Ensiklopedia P2K Stekom, Margarito meraih gelar sarjana pada Fakultas Hukum Universitas Khairun di bawah bimbingan Baharuddin Lopa dengan konsentrasi Ilmu Hukum Pidana. Dia melanjutkan pendidikannya di pascasarjana Universitas Hasanuddin dengan konsentrasi Hukum Agraria.

Margarito meraih gelar Doktor dari Universitas Indonesia di bawah bimbingan Ismail Suny, Jimly Asshiddiqie, dan Adnan Buyung Nasution. Dia merupakan putra Ternate pertama yang menyandang gelar tersebut.

Namun, pria kelahiran 27 April 1965 itu, kini dikenal sebagai seorang pakar hukum tata negara. Dia juga aktif sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Khairul.

Margarito Kamis. MI

Margarito juga tercatat pernah aktif di pemerintahan sebagai staf ahli Menteri Sekretaris Negara pada 2026-2027. Dia juga pernah ikut serta dalam mempersiapkan Panitia Seleksi Komisioner KPK di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.

Margarito pernah menjadi anggota Tim Seleksi Hakim Mahkamah Konstitusi di Dewan Pertimbangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 dan 2008.

Dia kini menjadi salah satu anggota Wantimpres di era pemerintahan Presiden Prabowo. Pelantikan Margarito dilakukan bersamaan dengan anggota Wantimpres lain di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Berikut daftar anggota Wantimpres:

1. Pratikno (Ketua)

2. M. Hatta Rajasa (Wakil Ketua)

3. M. Qodari (Sekretaris)

4. Budi Gunawan

5. Agum Gumelar

6. Ida Bagus Purwalaksana

7. Philip Kuntjoro Widjaja

8. Jusuf Wanandi

9. Anwar Usman

10. Jusuf Hamka

11. Rocky Gerung

12. Chairul Tanjung

13. Anwar Iskandar

14. Dato' Sri Tahir

15. Salim Segaf Al Jufri

16. Bambang Soesatyo

17. Margarito Kamis

18. Soekarwo

19. Yahya Cholil Staquf

20. Quraish Shihab

21. Said Aqil Siradj

22. Sinta Nuriyah Wahid

23. Mohammad Hatta

24. Budi Tanoe Wibowo

25. Ignasisus Jonan

26. Zaki Manuputty.

(Achmad Zulfikar Fazli)