Mediator Tekan Iran soal Program Nuklir untuk Pulihkan Perundingan dengan AS

Para mediator mendorong Iran memberikan konsesi terkait program nuklir agar perundingan dengan AS berlanjut. (Anadolu Agency)

Mediator Tekan Iran soal Program Nuklir untuk Pulihkan Perundingan dengan AS

Willy Haryono • 28 September 2026 16:02

New York: Para mediator mendorong Iran memberikan konsesi terkait program nuklirnya sebagai upaya untuk menghidupkan kembali perundingan gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS), menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ), Minggu, 27 September 2026.

Inisiatif tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk gencatan senjata selama tujuh hari. Proposal itu mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, menurut WSJ.

Para mediator menggambarkan upaya tersebut sebagai langkah yang sulit untuk mendapatkan konsesi dari Teheran terkait program nuklirnya. Sejauh ini, Iran memberikan sedikit indikasi bahwa mereka siap membahas isu tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Minggu bahwa Teheran tetap terbuka untuk bernegosiasi, tetapi akan merespons jika terjadi kembali aksi militer.

“Kami sepenuhnya siap jika perang kembali terjadi,” kata Araghchi kepada NBC News ketika ditanya mengenai laporan WSJ.

“Kami akan tetap teguh menghadapi agresi baru apa pun, bahkan jika itu mengarah pada perang hingga akhir zaman. Namun, pada saat yang sama, kami siap untuk diplomasi. Presiden Trump yang harus memilih,” lanjutnya.

Mediator dari negara-negara Arab mengatakan Iran belum memberikan konsesi apa pun sejak Trump menolak proposal gencatan senjatanya. Sementara itu, pejabat negara-negara Teluk mengatakan Teheran menginginkan Washington memberikan konsesi sebelum perundingan dapat dilanjutkan.

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, yang negaranya menjadi perantara penyampaian pesan antara Washington dan Teheran, mengatakan konflik tersebut semakin sulit diselesaikan.

“Konflik ini sangat kompleks,” kata dia dalam acara khusus Qatar Economic Forum di sela Sidang Umum PBB di New York.

Iran Minta Kesepakatan Juni Dihidupkan Kembali

Iran menginginkan Washington kembali pada nota kesepahaman yang dicapai pada Juni. Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan dimulainya perundingan nuklir pada tahap berikutnya, dengan imbalan sejumlah langkah, termasuk keringanan sanksi, pencairan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan di luar negeri, serta penghentian blokade AS.

Namun, pejabat AS mengatakan Trump tidak lagi ingin kembali pada kesepakatan tersebut. Washington juga memperketat sanksi dan mempertahankan blokadenya.

Seorang pejabat senior Timur Tengah yang terlibat dalam perundingan mengatakan Iran dapat berkompromi mengenai program nuklirnya. Namun, Iran akan membutuhkan jaminan tegas bahwa Israel tidak akan kembali menyerang setelah kesepakatan antara AS dan Iran tercapai.

Baca juga: Trump: AS-Iran Diperkirakan Kembali Berunding Pekan Ini

(Willy Haryono)