Trump: AS-Iran Diperkirakan Kembali Berunding Pekan Ini

Presiden AS Donald Trump. (EFE)

Trump: AS-Iran Diperkirakan Kembali Berunding Pekan Ini

Muhammad Reyhansyah • 28 September 2026 10:00

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya memperkirakan utusan Washington akan kembali berunding dengan Iran dalam beberapa hari mendatang. 

Namun, Trump mengatakan Teheran belum menawarkan persyaratan yang dapat diterima untuk mengakhiri konflik kedua negara.

“Saya memperkirakan akan ada lebih banyak pembicaraan dengan Iran (pekan ini),” kata Trump kepada situs berita AS Axios, Minggu, 27 September 2026.

Trump mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan, tetapi tawaran yang diajukan belum sesuai dengan keinginannya.

“Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi itu bukan kesepakatan yang ingin saya buat. Itu adalah sesuatu yang mungkin telah kami sepakati setahun lalu. Mereka telah mengambil posisi terlalu jauh,” ujarnya, dikutip dari Anadolu.

Ketika ditanya apakah Washington mempertimbangkan untuk kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran, Trump mengatakan opsi tersebut masih tersedia.

Sementara itu, Trump mengatakan militer AS secara aktif membantu pergerakan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Ia juga mengklaim lalu lintas kapal tanker mencapai tingkat tertinggi selama akhir pekan.

Menurut Trump, lebih dari 20 juta barel minyak mentah melewati jalur strategis tersebut. Ia menyebut angka itu sebagai volume tertinggi yang tercatat sejak konflik dimulai.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran siap bernegosiasi dengan AS, tetapi juga “sepenuhnya siap” menghadapi serangan militer baru.

Pernyataan Araghchi disampaikan kepada NBC News setelah kontak diplomatik tidak langsung antara Iran dan AS berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Araghchi bertemu dengan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner melalui mediator Qatar.

Iran dilaporkan menawarkan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulai kembali perundingan nuklir dalam waktu satu minggu. Namun, tawaran tersebut mensyaratkan Washington mencabut blokade laut, menghapus sanksi terhadap penjualan minyak Iran, serta memulihkan gencatan senjata regional.

Trump menolak proposal tersebut pada Sabtu.

Kedua negara masih berada dalam konflik yang disebut telah berlangsung selama tujuh bulan. Konflik tersebut dimulai setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada akhir Februari.

Baca juga: Iran Tunggu Jawaban Resmi AS soal Proposal Pembukaan Selat Hormuz

(Willy Haryono)