Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Anadolu Agency)
Iran Tunggu Jawaban Resmi AS soal Proposal Pembukaan Selat Hormuz
Willy Haryono • 27 September 2026 13:03
Teheran: Iran telah mendengar tanggapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap usulan untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari, namun masih menunggu jawaban resmi Washington melalui mediator, kata Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi pada Sabtu, 26 September 2026.
“Kami telah mendengar respons awal dari presiden AS, tetapi belum ada informasi yang disampaikan kepada kami oleh para mediator,” ungkap Araghchi.
“Saat ini, kami masih menunggu posisi final yang akan disampaikan melalui para mediator dan akan mengambil keputusan berdasarkan hal tersebut,” imbuhnya, dikutip dari Anadolu Agency.
Ia menambahkan bahwa setiap kemajuan menuju pembukaan kembali selat atau kelanjutan perundingan masih bergantung pada dipenuhinya persyaratan yang diajukan Teheran.
“Persyaratan kami jelas,” tegasnya.
Proposal baru tersebut memuat peta jalan untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan lalu lintas maritim normal dalam waktu satu pekan.
Proposal itu menyerukan AS untuk mencairkan aset Iran yang dibekukan, mencabut sanksi terhadap minyak Iran, dan mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, jalur perairan strategis itu dapat dibuka kembali dan perundingan mengenai kesepakatan akhir akan dimulai.
Menteri Luar Negeri Iran memberikan solusi melalui perundingan tetap menjadi satu-satunya jalan yang memungkinkan untuk maju, seraya menegaskan bahwa Teheran tetap membuka jalur diplomasi
“Tidak akan ada solusi selain melalui perundingan yang didasarkan pada martabat dan keadilan serta menjamin hak-hak rakyat Iran,” tuturnya.
Araghchi menambahkan bahwa Iran akan terus menempuh jalur diplomasi, sembari menolak melepaskan hak-haknya di bawah tekanan.
Sebelumnya pada Sabtu (26/9), Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial dalam waktu satu pekan. Ia menyebut persyaratan yang diajukan tidak dapat diterima, meski Teheran menyatakan kesediaannya untuk mencapai kesepakatan. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Oman Desak Iran dan AS Selesaikan Konflik, Serukan Keamanan Selat Hormuz