Asap Tebal Hambat Operasi Water Bombing Pemadaman Karhutla

Ilustrasi kabut asap karhutla. Foto: Metro TV/Akhmaddiannor

Asap Tebal Hambat Operasi Water Bombing Pemadaman Karhutla

Kautsar Widya Prabowo • 13 October 2026 10:22

Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih terkendala jarak pandang yang rendah. Kondisi tersebut menyebabkan helikopter untuk pemadaman melalui udara atau water bombing tidak dapat beroperasi selama lebih dari sepekan.

"Kalimantan Tengah khususnya, tadi kami laporkan bahwa untuk heli water bombing ini sudah hampir seminggu lebih tidak bisa terbang karena visibility rendah," kata Suharyanto dalam keterangan yang dikutip Selasa, 13 Oktober 2026.

Hal itu disampaikan Suharyanto dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto yang digelar secara hybrid. BNPB masih memprioritaskan operasi darat untuk menangani karhutla di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.

"Untuk di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan, ini tetap kami masih menitikberatkan pada operasi darat," kata Suharyanto.

Sementara itu, BNPB akan memperkuat upaya penanganan melalui operasi modifikasi cuaca untuk membantu mengatasi karhutla di kedua provinsi tersebut. Suharyanto mengatakan, BNPB akan menambah enam pesawat di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan. 

"Kalimantan Tengah menggunakan empat pesawat dan Sumatra Selatan menggunakan dua pesawat dari Pangkal Pinang," kata Suharyanto.


Ilustrasi. Foto: Antara. 

BNPB berkomitmen mengerahkan seluruh kemampuan untuk menangani karhutla selama Oktober. Upaya tersebut akan terus dilakukan sembari menunggu hujan alami yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai turun pada pertengahan Oktober hingga November.

"Kami tetap akan bekerja keras, sekuat tenaga mengerahkan segala kemampuan, paling tidak di bulan Oktober ini," ujar Suharyanto.

(Gabriella Thesa Widiari)