Akses Jalan Pining-Lokop di Gayo Lues Kembali Normal Pascabanjir

Akses jalan Pining–Lokop yang sempat terputus akibat genangan kini telah surut dan kembali dapat dilalui oleh masyarakat. (Dok: Kementerian PU)

Akses Jalan Pining-Lokop di Gayo Lues Kembali Normal Pascabanjir

Lukman Diah Sari • 30 October 2026 14:06

Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak banjir bandang yang melanda Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Akses jalan Pining–Lokop yang sempat terputus akibat genangan kini telah surut dan kembali dapat dilalui oleh masyarakat.

Banjir yang dipicu hujan deras selama sepekan itu menyebabkan tanggul Sungai Badak jebol pada Rabu, 28 Oktober 2026. Limpasan air dengan debit tinggi merendam akses jalan dan permukiman warga hingga ketinggian 80 sentimeter.

“Saya minta penanganan banjir bandang tidak dilakukan sepotong-sepotong. Kita segera normalisasi muara dan alur sungainya, selesaikan peninggian tanggulnya dan siapkan pekerjaan sabo dam di hulu sungai,” tegas Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan resminya, Jumat, 30 Oktober 2026.

Merespons kondisi tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Aceh langsung menerjunkan personel untuk membantu evakuasi warga. Berdasarkan laporan BPJN per Kamis, 29 Oktober 2026, genangan air telah surut sehingga mobilitas di jalur Pining-Lokop kembali normal.

Sebagai langkah darurat, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I mengerahkan alat berat untuk menutup tanggul yang jebol menggunakan *geobag*. Hal ini dilakukan guna mencegah limpasan air susulan ke permukiman.

Kepala BWS Sumatra I, Asyari, menjelaskan bahwa rencana penanganan permanen ditargetkan rampung pada Desember 2028. Pengerjaan ini meliputi tiga komponen utama: pembangunan *sabo dam* di hulu, pembangunan tanggul pengaman banjir pada alur sungai, serta pengerukan dan penataan muara.

“Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan mulai Oktober 2026,” jelas Asyari.

Penanganan banjir di Gayo Lues. (Dok: Kementerian PU)

Penanganan terpadu ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung debit air, mengendalikan sedimen, serta memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Sebelumnya, Kementerian PU melalui BWS Sumatra I juga telah melakukan normalisasi sungai dan perbaikan tanggul secara bertahap di Desa Pintu Rime, Desa Badak, dan Desa Rerebe menggunakan ekskavator untuk memitigasi risiko bencana lanjutan di Gayo Lues.

(Lukman Diah Sari)