Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Foto: Antara.
Mensos: Setahun Sekolah Rakyat Jaring Puluhan Ribu Buruh hingga Anak Jalanan
Anggi Tondi Martaon • 28 October 2026 14:29
Jakarta: Program Sekolah Rakyat sudah berjalan lebih dari satu tahun. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu menjangkau dan memulihkan ribuan anak dari latar belakang rentan.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membeberkan kelompok rentan yang dijaring. "Ada yang sebelumnya tidak pernah sekolah, di jalanan menjadi pengamen, ada yang sudah putus sekolah dua tahun dan jadi pembantu, ada yang jadi kuli, ada juga yang bekerja di tempat-tempat yang tidak semestinya," kata Gus Ipul dikutip dari Antara, Rabu, 28 Oktober 2026.
Gus Ipul menyampaikan rasa haru dan syukurnya atas perkembangan signifikan yang ditunjukkan oleh para siswa Sekolah Rakyat setelah mendapat pendampingan intensif.
Gus Ipul menjelaskan bahwa pada awal penjangkauan, sebagian besar anak tersebut berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Baik dari segi kesehatan seperti masalah gigi dan anemia maupun minimnya motivasi belajar.
Bahkan, terdapat anak usia 17-18 tahun yang belum pernah mengenyam pendidikan formal serta belum bisa membaca. Sehingga memerlukan proses rehabilitasi dan penyetaraan terlebih dahulu di sentra-sentra milik kementerian.
Melalui pendekatan berbasis multientry-multiexit serta tata kelola terarah, jumlah siswa yang mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat secara nasional mencapai lebih dari 44.000 anak.
Selain itu, 100 Sekolah Rakyat permanen sudah dibangun. Sebanyak 93 diantaranya telah digunakan, dan 7 lainnya dalam proses pembangunan.
"Sementara Sekolah Rakyat rintisan yang sudah berjalan sebanyak 82 titik, sehingga total jumlah Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi sebanyak 182 titik dengan 44 ribu siswa," beber Gus Ipul.
.jpeg)
Kondisi Sekolah Rakyat di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Foto: Instagram @sekretariat.kabinet.
Saifullah menegaskan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekolah Rakyat ini mengusung konsep pengentasan kemiskinan terpadu. Program tersebut mengintegrasikan berbagai layanan unggulan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, serta keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.
"Intervensi yang diberikan tidak hanya menyasar anak melalui pendidikan berkualitas, tetapi juga memberdayakan orang tua mereka melalui penyaluran bantuan sosial, kepesertaan PBI Jaminan Kesehatan, hingga perbaikan rumah agar menjadi layak huni," ujar Gus Ipul.