Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Istimewa.
Penerima KIP Kuliah Didorong Jadi Mahasiswa yang Adaptif dan Berkarakter
Arga Sumantri • 28 October 2026 17:41
Semarang: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan pendidikan tinggi melalui Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ibas saat bertemu dengan mahasiswa penerima KIP Kuliah dalam kunjungannya ke Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang. Ibas mengajak mahasiswa tidak hanya mengejar keberhasilan akademik, tetapi membangun karakter, memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan bangsa.
Menurut Ibas, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan capaian akademik yang baik, tetapi juga harus melahirkan generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia kerja, dan pembangunan nasional.
"Jangan pernah minder dan jangan pernah merasa sedih karena kalian dilahirkan dan dibesarkan dari mana pun. Kesempatan sudah diberikan oleh negara. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan jadilah manusia terdidik yang mampu mengubah jalan hidup kalian sendiri," ujar Ibas dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 Oktober 2026.
KIP Kuliah sebagai Kesempatan dan Tanggung Jawab
Ibas mengapresiasi keberlanjutan perhatian negara terhadap akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Menurutnya, program KIP Kuliah merupakan salah satu bentuk dukungan yang perlu dijaga agar mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi dirinya.Ia mengingatkan para penerima beasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Disiplin dalam belajar, kesungguhan mengikuti proses perkuliahan, serta kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas diri harus menjadi bagian dari keseharian mahasiswa.
"Pastikan program ini jangan disia-siakan. Jadilah mahasiswa yang disiplin dalam belajar, dalam bekerja, dalam berkarya, dan dalam berinovasi. Belajarlah kepada para dosen, profesor, dan pembimbing yang akan memandu kalian menghadapi dinamika kehidupan," ujar dia.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu juga menegaskan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi harus diikuti dengan kesadaran untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Menurut dia, keberhasilan mahasiswa tidak semata diukur dari gelar atau pekerjaan yang diperoleh setelah lulus, melainkan juga dari kemampuan mereka menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Istimewa.
Mahasiswa Harus Adaptif Menghadapi Perubahan Zaman
Ibas mendorong mahasiswa untuk menjadi generasi yang adaptif, memiliki rasa ingin tahu tinggi, serta berani mengembangkan gagasan dan inovasi. Hal ini penting di tengah perkembangan teknologi, disrupsi ekonomi, tantangan lingkungan, dan dinamika global.Ia menilai generasi muda memiliki tanggung jawab penting dalam menjawab berbagai persoalan. Mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan literasi keuangan dan hukum, pengembangan teknologi, hingga kebutuhan tenaga kesehatan yang kompeten dan humanis.
Ibas juga mengajak mahasiswa untuk memperluas perspektif melalui kegiatan organisasi, praktik kerja lapangan, pelatihan, membaca buku, serta aktivitas lain yang dapat meningkatkan keterampilan di luar ruang kuliah.
"Dream big. Jangan pernah menyerah, never give up, dan terus berupaya menjejaki mimpi," kata dia.
Menurutnya, mahasiswa perlu memandang pendidikan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya. Selain penguasaan ilmu pengetahuan, mahasiswa perlu membangun integritas, kemandirian berpikir, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Lulusan Curtin University dan Nanyang University Singapore tersebut juga mengutip pemikiran Soe Hok Gie mengenai pilihan untuk tidak sekadar apatis atau mengikuti arus, melainkan menjadi manusia merdeka dalam pikiran dan gagasan. Bagi Ibas, kemerdekaan berpikir harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk membawa perubahan yang bermanfaat.