Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang Atasi Karhutla Kalteng

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. Foto: dok. Antara.

Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang Atasi Karhutla Kalteng

Gabriella Thesa Widiari • 7 November 2026 06:48

Jakarta: Pemerintah menggandeng 400 pelaku usaha sektor pertambangan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Sebelumnya, 200 perusahaan perkebunan dan kehutanan telah bergerak bersama pemerintah memperkuat upaya pengendalian

"Jadi semuanya terlibat. Kemarin yang dari sektor kehutanan dan perkebunan terlibat hampir 200 pengusaha, perusahaan di sektor perkebunan dan kehutanan. Hari ini yang kita undang ada 400 unit usaha di sektor pertambangan dan tadi telah menyatakan langkah-langkah tindak lanjut," kata Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq dilansir dari Antara, Sabtu, 7 November 2026

Hanif menjelaskan kolaborasi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla pada Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Kalimantan Tengah. Rapat tersebut dihadiri jajaran pengusaha pertambangan serta Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo.

Pemerintah akan menindaklanjuti kerja sama ini bersama Indonesia Mining Association dan Forum Kepala Teknik Tambang untuk menyusun langkah operasional terintegrasi. Seluruh perusahaan pertambangan di wilayah tersebut bakal dikoordinasikan langsung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Ia mengatakan pendekatan gotong royong dari para pelaku usaha menjadi fondasi penting agar penanggulangan kebakaran hutan dan lahan berlangsung lebih cepat, terukur, dan memberikan hasil yang berkelanjutan. Sinergi lintas sektor ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat dari bahaya kabut asap.

"Jadi kegotongroyongan ini menjadi penting. Akan terlibat hampir 400 unit usaha yang dikoordinir oleh Bapak Gubernur Kalimantan Tengah," ujar Hanif.


Pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Foto: dok. Kementerian Kehutanan. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menyampaikan karhutla telah mengganggu kesehatan warga, aktivitas ekonomi, hingga penerbangan akibat kabut asap. Upaya mitigasi kini difokuskan pada pemeliharaan kelembapan lahan gambut serta penyediaan sarana air di lapangan.

"Kebutuhan personel pemadaman selalu meningkat seiring luasnya kebakaran, namun ketersediaan sumber air melalui sumur bor menjadi faktor paling penting untuk mendukung operasi lapangan," kata Edy.

Selain penanganan darurat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah turut menyalurkan bantuan pangan, air bersih, medis, hingga jaminan asuransi bagi para relawan pemadam. Pembangunan sumur bor dan tandon air disiapkan sebagai strategi jangka panjang menghadapi musim kemarau mendatang.

(Gabriella Thesa Widiari)