Organisasi mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), menetapkan kepengurusan baru melalui Muktamar XIV di Ambon. Foto: Dok. Istimewa.
Tetapkan Kepengurusan Baru lewat Muktamar, PP KAMMI Usung Transformasi
M Sholahadhin Azhar • 4 November 2026 18:32
Jakarta: Organisasi mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), menetapkan kepengurusan baru melalui Muktamar XIV di Ambon. Ricki Pratama Putra terpilih sebagai Ketua Umum PP KAMMI Periode 2026–2028.
Dalam pernyataan usai terpilih, Ricki menegaskan haluan organisasi, yakni mengusung transformasi kebaikan. "Harus hadir sebagai kekuatan transformatif yang mampu mengorganisir kebaikan, membela keadilan, dan memperjuangkan kepentingan umat serta bangsa," tegas Ricki dalam keterangan yang dikutip Rabu, 4 November 2026.
Menurut Ricki, tantangan zaman menuntut pihaknya memperkuat konsolidasi kader. Termasuk, memperluas kebermanfaatan gerakan, serta membangun keberanian dalam menyuarakan kebenaran.
"Berjalan bersama rakyat, dan mendedikasikan seluruh keringat perjuangan untuk kemuliaan umat dan bangsa," kata Ricki.
Menurutnya, transformasi kebaikan tidak boleh berhenti sebagai slogan atau narasi dalam forum-forum organisasi. Transformasi tersebut harus diwujudkan melalui kerja-kerja nyata kader, penguatan basis gerakan, advokasi sosial, pembangunan intelektualitas, serta keberpihakan terhadap persoalan masyarakat.
Ricki berharap kepemimpinannya mampu memperkuat posisi KAMMI sebagai organisasi kader yang melahirkan pemimpin masa depan. Sekaligus, menjadi bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang kritis, konstruktif, dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.

Organisasi mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), menetapkan kepengurusan baru melalui Muktamar XIV di Ambon. Foto: Dok. Istimewa.
Muktamar KAMMI XIV di Ambon, kata Ricki, menjadi catatan penting bagi perjalanan organisasi. Dari Ambon, semangat pembaruan dan konsolidasi gerakan diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh kader KAMMI di Indonesia untuk terus bergerak, berkontribusi, dan menghadirkan perubahan.
"Transformasi Kebaikan bukan sekadar tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang bagaimana seluruh kader bergerak dan memastikan kebaikan benar-benar dirasakan oleh rakyat dan umat," kata Ricki.