Menaker: KEK Jadi Talent Engine untuk SDM Masa Depan Indonesia

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Foto: Dok Metro TV

Menaker: KEK Jadi Talent Engine untuk SDM Masa Depan Indonesia

Eko Nordiansyah • 21 October 2026 13:48

Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berpotensi menjadi talent engine atau ekosistem pengembangan talenta bagi Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan Indonesia.

Menurut Yassierli, pengembangan KEK diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

"Bagi kami dari Kementerian Ketenagakerjaan itu kita berharap KEK akan menjadi salah satu ujung tombak dalam pertumbuhan ekonomi sekaligus untuk pertumbuhan tenaga kerja yang lebih luas," ujar Yassierli usai agenda Rapat Kerja Nasional KEK Triwulan III di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan telah menawarkan sejumlah langkah konkret kepada pengelola KEK untuk memperkuat pengembangan kompetensi tenaga kerja, salah satunya melalui optimalisasi program pemagangan nasional.

Selain itu, pemerintah mendorong pelaksanaan program pelatihan vokasi nasional agar tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri di kawasan tersebut.

Yassierli berharap KEK dapat berkembang menjadi ekosistem terintegrasi yang menghubungkan industri, institusi pendidikan, lembaga pelatihan vokasi, hingga peserta program pemagangan. Ekosistem tersebut juga diharapkan membuka ruang bagi pengembangan perusahaan rintisan (startup) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Sehingga KEK ini akan menjadi satu ekosistem. Di situ tidak hanya ada industri, di situ ada institusi pendidikan yang mendukung, ada pelatihan vokasi yang mendukung, ada adik-adik kita yang mengikuti program magang, nanti juga ada startup, UMKM, dan seterusnya,” kata dia.

Menurut Yassierli, keterhubungan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mendukung proses pengembangan talenta Indonesia secara berkelanjutan.

Melalui konsep talent engine, pemerintah berharap tenaga kerja yang dihasilkan memiliki keterampilan spesifik, sertifikasi kompetensi, serta pengalaman industri yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Yang kita tentu berharap nanti mereka memiliki skill yang spesifik, sertifikat, pengalaman industri, dan seterusnya,” ujar dia.


(Ilustrasi KEK Batang. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Investasi KEK tembus Rp382,1 triliun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat realisasi investasi kumulatif Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia mencapai Rp382,1 triliun. Investasi tersebut turut menyerap 302 ribu tenaga kerja sejak pengembangan kawasan.

Airlangga mengatakan KEK menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. “Dan kawasan ekonomi adalah instrumen strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen,” ujar Airlangga dalam paparannya.

Pada periode Januari hingga September 2026, realisasi investasi KEK tercatat mencapai Rp46 triliun. Realisasi tersebut turut menambah penyerapan tenaga kerja sebanyak 53 ribu orang.

Secara keseluruhan, Airlangga menyebut total investasi nasional selama dua tahun pemerintahan telah mencapai Rp3.932 triliun dengan penyerapan 5,4 juta tenaga kerja.

Airlangga menjelaskan, Indonesia memiliki 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), terdiri atas tujuh kawasan di Pulau Jawa dan 18 kawasan di luar Jawa. Kawasan tersebut dikembangkan untuk berbagai sektor, mulai dari industri, pariwisata, kesehatan, teknologi, digital, hingga jasa lainnya. 

Dari total tersebut, sebanyak 13 KEK bergerak di sektor industri, enam di sektor pariwisata, dua di sektor kesehatan, dua di sektor teknologi, satu di sektor digital, dan satu di sektor jasa lainnya. Keberagaman sektor ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas sumber investasi sekaligus membuka lapangan kerja di berbagai bidang.

Pengembangan KEK juga diarahkan untuk memperkuat industri digital dan kreatif, termasuk melalui kawasan Nongsa di Batam yang memiliki potensi sebagai pusat data dan industri film serta animasi. 

Dengan cakupan sektor yang beragam, KEK diharapkan tidak hanya meningkatkan realisasi investasi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Eko Nordiansyah)