Ilustrasi - Peta pergerakan Siklon Tropis Bavi yang telah memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. ANTARA/HO-BMKG
Warga Indonesia Timur Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis Bavi
Silvana Febiari • 8 July 2026 19:13
Papua: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Indonesia bagian timur mewaspadai potensi cuaca ekstrem akibat aktivitas Siklon Tropis Bavi. Kondisi tersebut dapat memicu angin kencang dan gelombang laut tinggi.
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani mengatakan siklon tersebut membawa dampak tidak langsung berupa angin kencang dan lonjakan gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan.
"Siklon Tropis Bavi berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W yang mencapai intensitas siklon tropis sejak 2 Juli 2026, dan telah memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 7 Juli kemarin," kata Andri, dilansir dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
Baca Juga :
Andri memaparkan posisi pusat pusaran badai tersebut terdeteksi berada di Laut Filipina, tepatnya di sebelah utara Pulau Papua. Arah pergerakannya konstan menuju ke barat.
Berdasarkan hasil analisis pemodelan cuaca, BMKG memprakirakan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat sistem akan tetap persisten dalam 24 jam ke depan. Intensitas Siklon Tropis Bavi diperkirakan berada pada kategori empat.
Kondisi tersebut memicu potensi angin kencang secara tidak langsung di daratan empat provinsi, meliputi wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, dan Papua Barat.

Ilustrasi Siklon Tropis BAVI. Foto: Instagram/@infobmkg
Selain angin kencang, BMKG juga memberikan peringatan dini gelombang tinggi kategori sedang berukuran 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua, serta Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud.
Sementara gelombang laut yang lebih berisiko dengan kategori tinggi berkisar 2,5 hingga 4,0 meter diproyeksikan berpeluang terjadi di sepanjang kawasan Samudra Pasifik utara Maluku hingga utara Papua Barat.