Ketua Banggar DPR Perkirakan Anggaran MBG 2027 Turun Jadi Rp174 Triliun

Petugas satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) menyajikan menu makanan yang akan didistribusikan ke sekolah dalam program MBG. ANTARA/Azmi Samsul M

Ketua Banggar DPR Perkirakan Anggaran MBG 2027 Turun Jadi Rp174 Triliun

Achmad Zulfikar Fazli • 6 July 2026 16:04

Jakarta: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah memperkirakan ada penurunan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 dibandingkan 2026. Alokasi anggaran pada 2026 mencapai Rp268 triliun untuk program MBG.

“Kalau MBG (besaran anggarannya) pasti turun, tidak lebih dari Rp174 triliun,” kata Said saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 6 Juli 2026.

Menurut dia, penurunan anggaran MBG didasarkan pada perhitungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta jumlah penerima manfaat pascaevaluasi pelaksanaan program tersebut.

Dia menekankan penyesuaian anggaran bukan berarti menurunkan kualitas. Penyesuaian anggaran untuk memastikan tata kelola program tetap baik serta kualitas gizi yang diterima peserta didik tetap terjaga.

Said mengatakan angka pasti alokasi anggaran MBG tahun depan akan diketok pada September 2026, bertepatan dengan pengesahan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menjawab pertanyaan pers di Gedung DPR, Jakarta, Senin (6/7/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan rencana pengurangan anggaran program MBG akan menyesuaikan arahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, dia belum mengungkapkan pengurangan anggaran tersebut.

“Kami ikuti keputusan Bapak Presiden,” ujar Menkeu saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut akan ada pengurangan anggaran program MBG. Rencana itu muncul dari hasil perhitungan dan pembenahan tata kelola program prioritas presiden tersebut.

Namun, pemerintah belum menetapkan besaran pengurangan anggaran. Prasetyo meminta waktu untuk Kementerian Keuangan maupun Badan Gizi Nasional (BGN) menghitung potensi pengurangan anggaran MBG.

“Jadi, dari proses penataan nanti akan bisa kita hitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk Program MBG ini totalnya menjadi berapa," kata Mensesneg.

(Achmad Zulfikar Fazli)