Pasukan UNIFIL yang bertugas di Lebanon. Foto: Anadolu
Israel Sabotase Kamera Markas PBB di Naqoura, UNIFIL Ajukan Protes Resmi
Dimas Chairullah • 6 April 2026 10:26
Naqura: Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) melaporkan adanya tindakan sistematis dari militer Israel yang menghancurkan kamera keamanan di markas besar misi perdamaian di Naqoura, Lebanon Selatan.
Aksi penghancuran ini memicu kekhawatiran serius terkait keselamatan personel internasional di wilayah tersebut.
UNIFIL Layangkan Protes Keras
Atas insiden ini, UNIFIL secara resmi telah mengajukan pengaduan kepada otoritas terkait.Ardiel menegaskan bahwa militer Israel memiliki kewajiban hukum internasional untuk memastikan keamanan personel PBB serta menghormati kekebalan wilayah markas besar PBB.
Tindakan penghapusan peralatan pengawasan ini dinilai sengaja dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai niat Israel terhadap aktivitas pemantauan PBB di sepanjang garis perbatasan yang kini berada dalam level siaga tinggi.
Tiga Personel PBB Terluka
Dalam laporan terpisah, UNIFIL mengonfirmasi bahwa tiga anggota pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia (TNI) terluka akibat ledakan di posisi PBB lainnya di Lebanon Selatan pada Jumat. Dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius. Hingga saat ini, penyebab ledakan masih dalam proses penyelidikan mendalam.Situasi di Lebanon Selatan terus memburuk meskipun kesepakatan gencatan senjata sempat berlaku pada November 2024. Namun, Israel kembali melancarkan operasi darat dan udara menyusul serangan lintas batas oleh Hizbullah pada 2 Maret 2026 lalu.
Eskalasi Korban Jiwa
Berdasarkan data otoritas Lebanon, setidaknya 1.422 orang tewas dan 4.294 lainnya luka-luka akibat serangan Israel sejak eskalasi terbaru pecah.Sejumlah negara, termasuk Turki, mendesak implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 dan memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap misi perdamaian berisiko menyeret kawasan ke dalam perang yang lebih luas.
Sejauh ini, UNIFIL tetap menjalankan mandatnya di Lebanon sejak 1978, meski terus menghadapi tantangan keamanan yang mengancam keselamatan para personelnya di lapangan.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com