Hari Perempuan Internasional, Teknologi Biorock Perkuat Kedaulatan Pangan

Ilustrasi. Foto: Freepik.com.

Hari Perempuan Internasional, Teknologi Biorock Perkuat Kedaulatan Pangan

Fachri Audhia Hafiez • 8 March 2026 09:09

Jakarta: Momentum Hari Perempuan Internasional 2026 menjadi saksi keberhasilan kolaborasi konservasi laut di pesisir Sendang Biru, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru bersama Biorock Indonesia, didukung filantropi global Daughters For Earth, resmi mengoperasikan struktur Biorock Garden pertama di Jawa Timur guna mengamankan kedaulatan pangan masyarakat pesisir.

"Kami tidak hanya membangun taman di bawah laut, kami sedang membangun kembali rumah bagi sumber pangan kami. Kolaborasi ini memberikan harapan baru setelah kegagalan metode konvensional di masa lalu. Ini adalah awal sejarah di mana pemulihan karang mampu menyejahterakan nelayan," ujar pendiri Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru, Lia Putrinda, dalam keterangan resminya, Minggu, 8 Maret 2026.
 


Proyek strategis ini merupakan buah dari persiapan teknis dan sosial yang dilakukan selama setahun penuh. Puncaknya, instalasi struktur terumbu karang dengan teknologi Biorock sukses dilaksanakan pada 23-27 Februari 2026 di kawasan Ekowisata CMC, Pantai Tiga Warna. Teknologi ini memungkinkan terumbu karang tumbuh tiga hingga lima kali lebih cepat melalui sistem kelistrikan tegangan rendah.

Langkah ini dinilai krusial mengingat Sendang Biru merupakan salah satu pelabuhan pendaratan tuna terbesar di Indonesia. Degradasi terumbu karang selama ini memaksa nelayan melaut lebih jauh karena hilangnya habitat ikan pesisir. Melalui Biorock Garden, ekosistem laut diharapkan kembali pulih dan berfungsi sebagai lumbung pangan alami bagi nelayan lokal.


Tim Biorock Indonesia dan Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru. Foto: Dok. Istimewa.

Direktur Biorock Indonesia, Prawita Tasya Karissa, menekankan bahwa kunci keberhasilan proyek ini adalah kemandirian tim lokal, termasuk peran aktif perempuan dalam penguasaan aspek teknis. Tim Bhakti Alam Sendang Biru kini telah mampu merancang struktur hingga menginstalasi sistem teknologi tersebut secara mandiri.

"Kekuatan proyek ini terletak pada Tim Bhakti Alam Sendang Biru yang telah menjadi ahli teknis di wilayahnya sendiri. Mereka adalah penggerak teknologi demi masa depan pangan Sendang Biru," ucap Prawita.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)