Markas Militer Australia di Timur Tengah Diserang Drone Iran

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles. (Anadolu Agency)

Markas Militer Australia di Timur Tengah Diserang Drone Iran

Muhammad Reyhansyah • 3 March 2026 11:05

Canberra: Pemerintah Australia mengonfirmasi bahwa markas militernya di Timur Tengah terkena serangan drone Iran di akhir pekan, namun seluruh personel dinyatakan selamat.

Menteri Pertahanan sekaligus Wakil Perdana Menteri Australia, Richard Marles, mengonfirmasi bahwa Al Minhad Air Base, sekitar 24 kilometer di selatan Dubai, Uni Emirat Arab, telah menjadi sasaran serangan drone Iran.

“Ada beberapa drone yang menyerang pangkalan itu di malam pertama,” kata Marles dalam sebuah wawancara televisi yang dikutip The Straits Times, Selasa, 3 Maret 2026. 

Ia menambahkan bahwa sejumlah personel Australia yang bertugas di markas tersebut “semuanya aman dan telah terdata.”

Al Minhad telah menjadi pusat operasi utama Australia di kawasan sejak 2003, dengan hingga 80 personel berada di pangkalan tersebut pada waktu tertentu.

Serangan AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada 1 Maret telah memperluas konflik di kawasan.

Gelombang serangan balasan rudal Iran pada akhir pekan juga menargetkan wilayah UEA, merusak Bandara Dubai yang dikenal sebagai salah satu bandara tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional serta Pelabuhan Jebel Ali yang menjadi lokasi sandar kapal perang Amerika Serikat dan mampu menampung kapal induk.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan dukungannya terhadap tindakan AS-Israel.

Pemerintah Australia juga menyebutkan sekitar 115.000 warganya berada di Timur Tengah dan tidak dapat meninggalkan kawasan akibat penutupan wilayah udara yang dipicu konflik.

Baca juga:  Kedubes AS di Riyadh Terbakar usai Terkena Serangan Drone Iran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)