Pemerintah Buka Peluang Pengembangan Industri Dirgantara dengan Airbus

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy saat menerima kunjungan Presiden Airbus Asia-Pacific Anand Stanley di Jakarta, Rabu (25/2/2026). ANTARA/HO- (Bappenas)

Pemerintah Buka Peluang Pengembangan Industri Dirgantara dengan Airbus

Siti Yona Hukmana • 6 March 2026 18:10

Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, membahas penguatan kemitraan strategis dan peluang pengembangan industri dirgantara nasional secara berkelanjutan dengan Airbus. Pembahasan ini dilakukan saat menerima kunjungan Presiden Airbus Asia-Pacific Anand Stanley.

Pertemuan ini disebut menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi strategis Indonesia, serta mendorong transformasi sektor transportasi udara dan pengembangan industri dirgantara nasional yang berdaya saing global.

“Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada konektivitas udara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta mobilitas masyarakat. Inovasi teknologi dan efisiensi operasional pesawat jadi faktor penting dalam menjawab kebutuhan itu,” kata Rachmat seperti dilansir dari Antara, Jumat, 6 Maret 2026.

Dia menerangkan Airbus bukan hanya mitra strategis bagi Indonesia, tetapi memiliki sejarah panjang dalam industri dirgantara. Rachmat memuji komitmen Airbus untuk terus memperbaharui pesawat tahun ini yang dinilai sangat mengesankan.

Terkait kebutuhan armada nasional, Airbus menyampaikan kesiapan untuk mempercepat proses pengiriman pesawat, yakni sekitar 24 bulan sejak penandatanganan kontrak. Airbus juga menawarkan opsi pesawat berbadan lebar untuk penerbangan ultra-jarak jauh yang mampu menghubungkan Indonesia secara langsung ke berbagai destinasi global, seperti New York dan London, dengan kapasitas hingga 480 kursi tergantung konfigurasi.

Selain itu, perusahaan tersebut turut membuka peluang menjadikan Indonesia sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) di kawasan Asia-Pasifik untuk kebutuhan komersial maupun pertahanan. Maka itu, Rachmat Pambudy menegaskan kerja sama antara pemerintah dengan Airbus harus melampaui aspek pengadaan pesawat semata.

RI-Prancis Teken MoU Perkuat Industri Dirgantara. Foto: dok Republik Aero Dirgantara.

“Penguatan ekosistem dirgantara nasional mencakup pengembangan sumber daya manusia, sistem perawatan dan pemeliharaan (MRO), serta peningkatan kapasitas industri dalam negeri agar Indonesia tak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat pertumbuhan industri dirgantara kawasan,” ucap Kepala Bappenas itu.

Secara global, Airbus mengalokasikan sekitar 6 miliar dolar AS per tahun untuk desain dan ekspansi manufaktur. Di kawasan Asia, Airbus juga menginvestasikan sekitar 4 miliar dolar AS per tahun untuk pengembangan riset, taman industri, dan fasilitas produksi, dengan dukungan sekitar 10 ribu karyawan dari 70 kewarganegaraan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)