Konflik Timur Tengah Meningkat, Pengusaha Furnitur Jepara Khawatir Ekspor Terganggu

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara Raya, Hendra Sasmita. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.

Konflik Timur Tengah Meningkat, Pengusaha Furnitur Jepara Khawatir Ekspor Terganggu

Rhobi Shani • 3 March 2026 13:25

Jepara: Eskalasi konflik Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel kian tidak menentu. Ditutupnya jalur pelayaran di Selat Hormuz mulai dikhawatirkan para eksportir dengan tujuan pasar ke Timur Tengah.

Kekhawatiran kini dirasakan para pengusaha furnitur di Jepara, Jawa Tengah. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara Raya, Hendra Sasmita, menuturkan eskalasi konflik Timur Tengah kemungkinan akan berdampak pada kunjungan pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 di Jakarta.

Hendra berharap konflik ini tidak berdampak langsung pada penjualan furnitur dari Kota Ukir. Pasalnya, banyak pengusaha yang melakukan ekspor ke luar negeri.

"Bandara di Timur Tengah ini rata-rata ditutup, semoga tidak terpengaruh. Tapi pasti ada pengaruh visitor (pengunjung), terutama ke IFEX Jakarta, karena mayoritas customer (pelanggan) Eropa kan transit di Doha atau Dubai atau Abu Dhabi," kata Hendra.
 


Ia menambahkan, beberapa negara yang menjadi mayoritas pasar ekspor furnitur adalah berbagai negara di Eropa, Amerika Serikat, maupun Arab Saudi. "Semoga tidak terjadi apa-apa selama jalur pelayaran tidak terganggu, karena mayoritas pasar di Eropa, Amerika, dan Arab Saudi," ungkap Hendra.

Jika Arab Saudi ikut terlibat dalam perang ini, lanjut dia, ada kemungkinan iklim furnitur di Jepara akan terganggu. "Arab Saudi yang paling kencang karena pembangunan Vision 2030," ungkap Hendra.


IRGC siap untuk tembak yang melintasi Selat Hormuz. Foto: Anadolu.

Hendra menyebut pihaknya saat ini terus memonitor perkembangan keadaan eskalasi konflik Timur Tengah. Ia tetap berpikir positif dan berharap perang segera berakhir serta mencapai kesepakatan yang baik.

"Kita belum tahu apa yang akan terjadi ke depan. Sekarang situasi dunia mungkin dua jam, tiga jam bisa berubah. Tapi kita tetap monitor terus bagaimana. Saya dapat info dari customer saya kalau Dubai tutup total. Semua kegiatan, toko, mal, pemerintah, sekolah tutup semua. Sampai batas yang tidak diketahui," kata Hendra.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)