Bandit Bersepeda Motor Serang Tiga Desa di Nigeria, Puluhan Orang Tewas

Kelompok bandit bersenjata kerap melakukan serangan terhadap desa-desa di Nigeria. (Anadolu Agency)

Bandit Bersepeda Motor Serang Tiga Desa di Nigeria, Puluhan Orang Tewas

Willy Haryono • 15 February 2026 09:47

Abuja: Gerombolan bandit bersenjata yang mengendarai sepeda motor menewaskan puluhan orang dalam serangan saat fajar di tiga desa di wilayah barat laut Nigeria.

Kelompok bersenjata menembak mati atau menggorok leher warga, membakar rumah-rumah, dan menculik sejumlah orang yang belum dapat dipastikan jumlahnya di Negara Bagian Niger, menurut laporan lokal yang dilihat kantor berita AFP, Minggu, 15 Februari 2026.

Serangan pada Sabtu pagi itu terjadi di dekat lokasi dugaan pembantaian oleh kelompok ekstremis awal bulan ini, yang menewaskan lebih dari 100 orang dengan pola serangan serupa.

Kelompok bandit telah lama melakukan serangan dan penculikan di Nigeria, namun laporan mengenai aksi mereka di wilayah barat dan tengah negara itu meningkat tajam belakangan ini.

Para bandit menyerbu desa Tunga-Makeri pada dini hari. Juru bicara kepolisian Negara Bagian Niger, Wasiu Abiodun, mengatakan kepada AFP bahwa enam orang tewas di Tunga-Makeri.

“Beberapa rumah juga dibakar, dan sejumlah orang yang belum dapat dipastikan jumlahnya diculik,” kata Abiodun.

Sebagian besar korban tewas berada di desa terdekat, Konkoso, yang menjadi desa kedua yang diserang. Hampir seluruh rumah di desa itu dibakar dan empat perempuan diculik, menurut saksi kepada AFP.

Setelah menyerang Konkoso, para bandit melanjutkan ke Pissa, membakar kantor polisi dan menewaskan satu orang, menurut saksi.

Serangan Bandit di Nigeria

Reuters melaporkan jumlah korban tewas di tiga desa tersebut sekitar 32 orang, sementara AFP melaporkan sedikitnya 46 orang tewas. Rincian kemungkinan serangan lain di desa-desa sekitar masih belum jelas dan laporan menyebutkan jumlah korban dapat bertambah.

Sebuah laporan keamanan yang dikutip AFP menyebut para bandit datang dengan “41 sepeda motor, masing-masing membawa dua atau tiga orang.”

Para pemimpin Nigeria berada di bawah tekanan untuk menekan kekerasan, dengan kelompok ekstremis aktif di wilayah barat laut dan pemberontak separatis berbasis di tenggara negara itu.

Amerika Serikat melancarkan serangan pada Hari Natal yang menargetkan militan Islamis di Negara Bagian Sokoto, Nigeria utara, dan Presiden Donald Trump memperingatkan akan ada serangan lanjutan “jika mereka terus membunuh orang Kristen.”

Namun, banyak korban kekerasan jihadis adalah Muslim, menurut organisasi yang memantau kekerasan politik di Nigeria.

Baca juga:  Kelompok Ekstremis Bersenjata Serang Desa Nigeria Barat, 162 Orang Tewas

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)