Helikopter TNI AU Bantu Padamkan Kebakaran di TPA Galuga Bogor

Helikopter TNI Angkatan Udara memadamkan api yang membakar kawasan TPA Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 8 September 2026. ANTARA/M Fikri Setiawan

Helikopter TNI AU Bantu Padamkan Kebakaran di TPA Galuga Bogor

Silvana Febiari • 8 September 2026 07:59

Kabupaten Bogor: Helikopter TNI Angkatan Udara (AU) dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran di kawasan TPA Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemadaman dilakukan menggunakan metode water bombing.

“Kami dibantu TNI Angkatan Udara dengan sistem water bombing, yaitu penyiraman melalui udara menggunakan helikopter dari Lanud Atang Sendjaja,” kata Bupati Bogor Rudy Susmanto saat meninjau lokasi kebakaran, dilansir Antara, Selasa, 8 September 2026.

Pemadaman dari udara dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses kendaraan pemadam. Lokasi kebakaran berada di bagian belakang TPA dan jauh dari akses utama.


Menurut Rudy, petugas harus menyambungkan selang pemadam hingga sepanjang 400–500 meter. Jarak yang jauh membuat tekanan air berkurang saat mencapai titik api.

“Titik api berada di ujung paling belakang sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa mengakses ke dalam,” ujarnya.

Kebakaran berlangsung sejak Senin, 7 September 2026 pukul 16.00 WIB dan membesar pada tengah malam. Api mulai dapat dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIB, tetapi masih menyisakan sejumlah titik api hingga Selasa pagi.

Api berasal dari lahan pertanian yang bersebelahan dengan TPA Galuga, bukan dari timbunan sampah aktif. Kebakaran merambat hingga area pembuangan sampah lama yang sudah tidak digunakan.

Pemadaman di darat melibatkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, TNI, serta Polres Bogor. Polisi juga mengerahkan kendaraan water cannon untuk menyemprot titik-titik api.


Kobaran api membakar kawasan TPA Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 8 September 2026. ANTARA/M Fikri Setiawan


Selain melakukan penyiraman, petugas membuat parit pembatas antara lahan pertanian dan area TPA. Tujuannya untuk mencegah api merambat ke timbunan sampah aktif.

Rudy memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara luas lahan yang terbakar masih dihitung melalui pemantauan menggunakan pesawat nirawak atau drone.

Penyebab kebakaran juga belum disimpulkan. Petugas masih memprioritaskan pemadaman agar api tidak menjalar lebih luas.

(Silvana Febiari)