Kemenhut Mulai Lakukan OMC Kendalikan Karhutla di Kalbar

Ilustrasi operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto: Istimewa.

Kemenhut Mulai Lakukan OMC Kendalikan Karhutla di Kalbar

Anggi Tondi Martaon • 5 September 2026 18:37

Jakarta: Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Barat (Kalbar). OMC rencananya dilakukan pada 5-14 September 2026.

"Dengan menggunakan pesawat CASA 212 serta dukungan logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana," kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho dikutip dari Antara, Sabtu, 5 September 2026.

Dia menjelaskan, Kementerian Kehutanan juga mengerahkan dukungan OMC di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 6-14 September 2026 dan Jawa Timur pada 3-9 September 2026. Hal itu sebagai bagian dari operasi terpadu pengendalian karhutla.

Pelaksanaan operasi tersebut dilakukan berdasarkan analisis meteorologi, potensi pertumbuhan awan, perkembangan kejadian kebakaran serta pemantauan tinggi muka air tanah oleh BMKG.

Wilayah sasaran OMC ditentukan berdasarkan peluang terbentuknya awan hujan dan tingkat kerawanan karhutla yang tinggi agar teknologi modifikasi cuaca dapat mendukung upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran.

"OMC menjadi dukungan penting bagi petugas gabungan yang terus melakukan pemadaman di lapangan. Di saat Satgas Darat Karhutla terus melakukan kegiatan pemadaman di lapangan, maka dukungan teknologi Operasi Modifikasi Cuaca menjadi kunci dalam upaya penanganan karhutla agar secepat mungkin bisa dipadamkan," ungkap Januanto.

Ia mengatakan operasi lanjutan di Kalbar, Kalteng, dan Jawa Timur dialokasikan melalui anggaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, khususnya Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Tahun Anggaran 2026.

Operasi tersebut melibatkan dukungan BMKG, BNPB, TNI Angkatan Udara, BPBD serta berbagai pihak yang tergabung dalam upaya terpadu pengendalian kebakaran.

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Dok. Kemenhut.

Januanto menambahkan pengendalian karhutla tidak hanya bertujuan melindungi ekosistem hutan, tetapi juga mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan, aktivitas sosial, pendidikan dan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB sebelumnya memastikan pesawat untuk mendukung OMC di Kalbar tetap disiagakan hingga 13 September 2026. Hal itu untuk memanfaatkan setiap peluang pembentukan awan hujan.

"Pemerintah berharap penguatan operasi udara yang berjalan bersamaan dengan pemadaman darat dapat mempercepat pengendalian karhutla sekaligus mencegah muncul dan meluasnya titik-titik kebakaran baru," kata raja Juli.

(Anggi Tondi)