Ponpes di Kendal Jajaki Kerja Sama Pendidikan Bersama Dubes Negara Islam

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amanah sekaligus Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA), Muhammad Fatwa. Foto: Dok. Istimewa.

Ponpes di Kendal Jajaki Kerja Sama Pendidikan Bersama Dubes Negara Islam

Fachri Audhia Hafiez • 7 September 2026 22:41

Jakarta: Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amanah sekaligus Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA), Muhammad Fatwa, menggelar pertemuan strategis bersama sejumlah duta besar (Dubes) negara-negara Islam. Pertemuan ini berlangsung pada Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Guna memperluas cakrawala pemikiran santri, Fatwa mengundang para dubes untuk berkunjung langsung ke kampus Pondok Pesantren Darul Amanah, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kehadiran para diplomat diharapkan mampu memberikan wawasan serta edukasi langsung mengenai dinamika peradaban di kawasan Timur Tengah.
 


"Santri-santri di Pondok Darul Amanah memiliki hubungan emosional dan loyalitas yang kuat terhadap negara-negara Islam. Hal ini dibuktikan dengan konsistensi para alumni kami yang setiap tahunnya melanjutkan jenjang studi di berbagai perguruan tinggi kawasan Timur Tengah," kata Fatwa dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.

Dalam forum internasional tersebut, Fatwa berdialog dengan diplomat dari Yaman, Arab Saudi, Sudan, dan Palestina guna memperkuat kerja sama di sektor pengembangan kapasitas serta kualitas pendidikan Islam. Termasuk program pertukaran pelajar dan beasiswa.

"Kunjungan para Duta Besar ke pondok akan menjadi sumber inspirasi yang sangat berharga. Kami ingin para santri termotivasi untuk meluaskan cakrawala berpikir mereka, berani menuntut ilmu, hingga berkarier di kancah internasional," kata Fatwa.


Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amanah sekaligus Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA), Muhammad Fatwa (kiri). Foto: Dok. Istimewa.

Melalui diplomasi ini, Pondok Pesantren Darul Amanah menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda berakhlak mulia yang memiliki daya saing global.

"Tekad dan niat kami terkait santri holistik berwawasan global tidak hanya di pesantren, namun juga di perguruan tinggi kami yaitu STAIDA," ujar Fatwa.

(Fachri Audhia Hafiez)